Suarakampus.com– Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Sepris Yonaldi menekankan, pentingnya kewirausahaan berbasis digital dalam membangun kemandirian ekonomi bangsa melalui workshop di Gedung A Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (Febi) Kampus III. Narasumber mendorong mahasiswa memanfaatkan teknologi sebagai sarana utama berbisnis mengingat kehidupan masyarakat kini sangat bergantung pada internet dan teknologi digital, Senin (20/10).
Sepris mengatakan, mahasiswa yang ingin terjun ke dunia bisnis perlu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana utama usaha di era modern. “Kehidupan masyarakat sangat bergantung pada internet dan teknologi digital,” ujarnya.
Ketua APJII menyampaikan, data APJII 2023 mencatat pengguna internet di Indonesia mencapai 215,63 juta jiwa dengan dominasi generasi milenial dan Gen Z sebagai pengguna aktif. “Pengguna aktif paling didominasi milenial dan Gen Z,” katanya.
Sepris menegaskan, tiga syarat utama usaha yang sukses yakni marketable atau dapat diterima pasar, profitable atau menguntungkan, dan sustainable atau berkelanjutan. “Untuk mempercepat pertumbuhan bisnis digital pentingnya Speed Network Collaboration,” ungkapnya.
Narasumber menjelaskan, model bisnis kini berkembang pesat seperti advertising digital, afiliasi, franchise, freemium, dan marketplace. “Contohnya perusahaan Gojek yang telah berkontribusi besar terhadap ekonomi nasional,” paparnya.
Sepris berharap, mahasiswa tidak hanya mencari kerja tetapi juga menjadi pencipta lapangan kerja bagi masyarakat. “Saya berharap mahasiswa dapat membawa perubahan inovasi,” tutupnya. (ver)
Wartawan: Elsa Mayora