Kilau Kumala di Hati

Ilustrasi: Nadia/suarakampus.com

Oleh : Ikhsan Nur Hidayat

(Mahasiswa Prodi Hukum Tata Negara
UIN Imam Bonjol Padang)

Pagi itu, matahari bertanya kepada puspita biru
Kerlip apa di belakang dinding itu?
Kumala? Sangat menyala menusuk uluh hati
Kiranya kabar sukha selumbari sore bergema di hati

Senyuman mana yang membuatmu bergetar itu? kumala itu menyala lagi dan terus menyala semenjak kala itu
Rupanya dinding tebal itu telah rapuh dengan senyumannya kala petang tiba

Kini tidak ada lagi malam yang gelap
Kumala indah, siapa yang memberimu rasa sehingga memberiku harsha
Apakah kumala tidak tahu dinding batu juga bisa lapuk?
Esok, lusa, tulat dan tubin pasti kan ceria menanti lesungmu kumala.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Pro dan Kontra Pasca Putusan MA

Next Post

Coretan Tinta Untuknya

Related Posts

Lemah

Oleh: Lativa Husna(Mahasiswi Bahasa dan Sastra Arab UIN IB Padang) Hujan perlahan menyentuh tanahHawa dingin ikut andil menyelimutinyaSedangkan…
Selengkapnya
Total
0
Share
410 Gone

410 Gone


openresty