Oleh: Fauziah Maharatih Wahyuni
(Mahasiswa Akidah dan Filsafat Islam UIN Imam Bonjol Padang)
Kala senja menepi
aku masih terjebak pada pagi
yang tak pernah menjelma
Ada luka yang kutelan diam-diam
bagai racun dalam doa yang kupanjatkan diam
Aku berjalan
meski jiwa kian goyah
menyusuri hari tanpa arah
penuh harap yang patah
Kau pergi
tak sempat kuucap kata berpisah
Tinggallah aku
menyulam bayang yang telah lelah
Aku tak membencimu
tapi dunia tak lagi ramah sejak tanpamu
Aku bukan yang merelakan
hanya yang kehilangan
tanpa pilihan
Kini, aku yang tersisa
dalam kenangan yang tak selesai
dan perasaan yang tak pulih