KKN Melayu Serumpun Laksanakan Pembukaan dan Pembekalan di UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Suasana saat pembukaan KKN Serumpun Melayu di UIN Ar-Raniry Banda Aceh (Foto: Hary/suarakampus.com)

Suarakampus.com- Pelaksanaan KKN Melayu Serumpun tahun ini dilaksanakan di Kabupaten Aceh Jaya dengan dua Kecamatan yakni, Kecamatan Jaya dan Indra Jaya. Sebagai tuan rumah, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh laksanakan pembukaan sekaligus pembekalan pada peserta KKN Melayu Serumpun Angkatan III PTKIN se-Sumatera-Aceh Jaya.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri Agama Republik Indonesia (RI), Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, pelaksanaan KKN Melayu Serumpun se-Sumatra merupakan sebuah gagasan baru dalam meningkatkan kehidupan akademik, baik dalam ranah kampus maupun sosial kemasyarakatan. “Hal ini adalah ide baru dalam mengembangkan kualitas mahasiswa secara kolaboratif dan inisiatif ini harus kita pertahankan,” jelasnya di gedung Auditorium Prof. Ali Hasimy UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Rabu (22/06).

Zainut Tauhid Sa’adi juga menghimbau, seluruh Mahasiswa peserta KKN Melayu Serumpun untuk menyampaikan ilmu yang bermanfaat, serta memberikan keramahan dalam bersosialisasi di tengah-tengah masyarakat yang ada.

“Berikanlah ilmu ananda sekalian secara baik kepada masyarakat, sampaikan dengan cara yang ramah bukan dengan jalan marah-marah,” terangnya.

Kemudian, ia berharap agar seluruh mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN untuk bisa mengimplementasikan keilmuan dengan membantu masyarakat, baik dalam kegiatan perekonomian maupun aktivitas kesehariannya demi memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Keluarlah dari zona nyaman kalian, progresiflah dalam sumbangsih ilmu agama dan kegiatan kemasyarakatan yang dimiliki,” tegasnya.

Selaku Ketua Forum LPPM PTKIN se-Sumatra, Paisol Burlian mengatakan KKN Melayu Serumpun kali ini harus memberikan keunggulan tersendiri bagi setiap mahasiswa ataupun kampus terkait. “Terapkanlah keilmuwan yang kalian miliki dengan menjadikan KKN ini sebagai KKN yang berkualitas dan unggul untuk 40 hari ke depan,” lugasnya.

Bukan hanya itu, Ketua Panitia KKN Melayu Serumpun-Aceh, Mukhlisah menyampaikan kegiatan KKN kali ini merupakan bentuk kolaborasi pengabdian masyarakat oleh seluruh PTKIN se-Sumatera.

Ia berterima kasih kepada seluruh pihak kepanitiaan dan tim pengelola LPPM se-Sumatera karena telah bekerja sama secara aktif dalam pengadaan KKN tahun ini.

“Saya berterima kasih kepada seluruh tim pelaksana yang telah mengangkat acara ini, karena sejatinya hal ini adalah bentuk implementasi kemasyarakatan,” ucapnya saat menyampaikan laporan.

Lanjutnya, sebanyak 222 mahasiswa dari PTKIN se-Sumatera akan diterjunkan ke tengah-tengah masyarakat di Kecamatan Jaya dan Indra Jaya, Kabupaten Aceh Jaya. Katanya, Mahasiswa peserta KKN Melayu Serumpun tersebut akan dikelompokkan secara acak dengan lokasi dan kampus yang berbeda.

“Besok ini, Mahasiswa peserta KKN Melayu Serumpun akan kita antar ke Aceh Jaya dan nantinya akan kita bagi mahasiswa tersebut secara acak dengan tempat dan dari kampus yang berbeda-beda,” tutur Ketua LPPM UIN Ar-Raniry Banda Aceh itu.

Selain itu, Mukhlisah juga mengungkapkan pelaksanaan KKN Melayu Serumpun-Aceh akan diisi dengan berbagai macam perlombaan seperti, lomba baca kitab Arab-Melayu, kepenulisan artikel serta pembuatan video terkait akomodasi wisata halal dan promosi wisata religius.

“Nantinya, kita juga akan mengadakan lomba untuk mengisi kegiatan KKN ini seperti lomba baca kitab Arab-Melayu, menulis artikel dan video promosi wisata halal,” ujarnya. (ndn)

Wartawan: Hary Elta Pratama

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous Post

Kolaborasi HMP dengan Mahasiswa PMI Dalam Pelatihan Da’i, Mampu Memancarkan Aura Positif

Next Post

Dua Bulan Dilantik, Presma UIN IB: Berusaha Keras Capai Target

Related Posts
Total
0
Share