Kajian Be A Good Daughter, Ustadzah Salsabilla Bahas Pentingnya Kesadaran Pengorbanan Ibu

Potret tangkap layar kajian be a good daughter (sumber: Verlandi/suarakampus.com)

Suarakampus.com- Ustadzah Salsabilla dalam kajian be a good daughter tekankan pentingnya kesadaran anak akan pengorbanan ibu. Kajian tersebut diselenggarakan Rumah Quran Alil (RQA) melalui live Instagram, Minggu (30/06)

Kajian tersebut mengajak para peserta untuk merenungi kembali perjuangan orang tua, terutama perjuangan ibu, selama proses kehamilan hingga membesarkan anak.

Ustadzah Salsabilla menjelaskan, proses kehamilan yang sulit dengan mengutip Al-Quran surat Luqman ayat 15. “Allah berfirman ‘wahnan ‘ala wahnin’, yang artinya ibu mengandung dalam satu kepayahan demi kepayahan lain,” ujarnya menggambarkan perjuangan ibu selama kehamilan.

Perjuangan ibu berlanjut selama masa menyusui yang berlangsung dua tahun. “Selama dua tahun, ibu harus berjuang memenuhi nutrisi yang cukup untuk dirinya dan anaknya,” jelasnya.

Ustadzah Salsabilla memaparkan, dampak kehamilan dan menyusui pada kesehatan ibu yang sering terabaikan. “Banyak ibu mengalami rambut rontok, tulang keropos, bahkan gigi rontok akibat nutrisi yang diserap oleh anak,” ungkapnya.

Ustadzah Salsabilla menekankan pentingnya menjaga makanan dan sikap selama kehamilan. “Apapun yang dialami dan dikonsumsi ibu akan berdampak pada janin,” ucapnya.

Ia menjelaskan, kondisi ibu selama kehamilan sangat berpengaruh terhadap janin. “Jika ibu banyak pikiran dan stres, itu akan berpengaruh pada janin juga,” tegas Ustadzah Salsabilla.

Perjuangan orang tua dalam memenuhi nutrisi untuk ibu dan anak juga disoroti. “Orang tua harus berjuang keras memastikan nutrisi yang cukup, karena jika tidak, akan berdampak pada kesehatan ibu,” katanya.

Ustadzah Salsabilla juga mengingatkan pengorbanan orang tua dalam begadang menjaga anak. “Bapak dan ibu harus begadang menjaga anaknya, ini pengorbanan yang sering kita lupakan,” lanjutnya.

Ia menyoroti, tantangan orang tua menghadapi anak yang sudah beranjak dewasa. “Ketika anak sudah besar, tantangannya berbeda, mereka mulai sulit diarahkan dan punya preferensi masing-masing,” tambahnya.

Ustadzah Salsabilla menekankan pentingnya anak menyadari dan membalas kebaikan orang tua. “Kita harus paham bahwa mendoakan orang tua adalah bentuk bakti dan terima kasih kita atas pengorbanan mereka,” pesannya kepada para peserta. Ira

Wartawan: Verlandi Putra (Mg) dan Azzahra Siti Nurrahmi (Mg)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Komunitas Self-education Mind The Gap Gelar Webinar Upgrading Linkedln Bahas Tentang Cv

Next Post

Mahasiswa KKN Internasional Siap Berkontribusi dan Mengintroduksi Budaya Indonesia

Related Posts
Total
0
Share
410 Gone

410 Gone


openresty