Suarakampus.com- Tuntut hak-hak sebagai mahasiswa dan menyatukan berbagai pandangan, Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Imam Bonjol Padang adakan konsolidasi akbar. Kegiatan tersebut berlangsung secara terbuka di Sekretariat Dema-U.
Staff Kementerian Politik dan Kajian Strategis Dema-U, Fatur Fadli mengatakan konsolidasi ini berawal dari berbagai keresahan mahasiswa terhadap situasi dan keadaan kampus. “Terlebih keluhan Maba terkait belum keluarnya hasil tes HIV dan Napza,” katanya, Senin (22/11).
Lanjutnya, penggunaan fasilitas kampus seperti auditorium atau aula kampus yang dipersulit secara prosedural. “Kita makai gedung dimudahkan secara komersial namun, dipersulit secara prosedur bagi mahasiswa yang berkegiatan,” sambungnya.
Ia menegaskan bahwa, langkah selanjutnya yang bakal dilakukan adalah unjuk rasa untuk mengekspresikan kegelisahan mahasiswa selama ini agar sampai kepada pimpinan. “Saya mengajak seluruh mahasiswa UIN IB untuk ikut menyampaikan keluhannya lewat aksi besok,” tegasnya.
“Kami akan mengajak kawan-kawan yang di kelas dan meminta dosen untuk meniadakan perkuliahan,” tambahnya.
Kemudian, Fadli mengungkapkan bahwa aksi tersebut akan dimulai pada pukul 08.00 WIB pada Rabu 23 November 2022, dan berkumpul di Blok M Kampus II UIN Imam Bonjol Padang sembari menunggu kawan-kawan dari kampus III. “Aksi akan dilanjutkan setelah semuanya berkumpul,” ungkapnya.
Ia menuturkan target aksi kali ini adalah rektor, jika tuntutan aksi tidak kunjung ditanggapi maka massa akan aksi susulan. “Selama ini rektor belum pernah menemui mahasiswa di ruangan terbuka,” tuturnya.
Ia berharap tidak ada lagi keluhan mahasiswa terhadap fasilitas yang tidak memadai, kesulitan administrasi, atau sulitnya peminjaman fasilitas gedung kampus dan kegiatan lainnya. “Ini semua untuk kesejahteraan mahasiswa berkuliah di UIN Imam Bonjol Padang yang sesuai target, kompetitif di ASEAN 2037,” tutupnya. (ndn)
Wartawan : Asri Jamil (Mg), Febrian Hidayat (Mg), Hurum Nur Muharom (Mg)