400 Mahasiswa Berebut Prestasi di Ajang Ilmiah Nasional

Mahasiswa Ushuluddin UIN IB Padang serius karya untuk KINMU ke-IV tingkat nasional (Sumber: Zaza/suarakampus.com)

Suarakampus.com– Kompetisi Ilmiah Nasional Mahasiswa Ushuluddin (KINMU) ke-IV diselenggarakan oleh Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang dengan melibatkan tujuh universitas di Indonesia. Ajang ini diikuti sekitar 400 peserta dari berbagai daerah yang berkompetisi dalam cabang ilmiah.

Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, Eliana Siregar menegaskan, KINMU menjadi sarana mahasiswa menyalurkan potensi akademik mereka. “Mahasiswa Ushuluddin ditantang untuk menafsirkan ulang nilai keislaman secara kontekstual,” ucapnya.

Dosen tersebut menyampaikan, kompetisi ini juga menjadi momentum pertemuan intelektual antar mahasiswa. “Kegiatan ini bukan sekadar lomba, tapi juga ruang lahirnya gagasan besar,” tambahnya.

Staf kesekretariatan KINMU, Rahman Pranovi Putra mengatakan, animo mahasiswa cukup tinggi tahun ini. “Ada 400 peserta dari UIN Makassar, Banjarmasin, Palembang, Banten, Purwokerto, Mataram, dan Padang,” ujarnya.

Rahman juga memaparkan, cabang lomba yang diperlombakan turut bertambah. “Ada tambahan debat moderasi dan pantun yang disambut antusias,” ungkapnya.

Rahman menambahkan, kompetisi ini tidak dipungut biaya dan terbuka bagi seluruh mahasiswa Ushuluddin. “Setiap peserta dipilih oleh pimpinan fakultas dengan sistem seleksi internal,” jelasnya.

Sekretaris KINMU, Subhan Ajrin Sudirman menuturkan, kompetisi ini bertujuan mendorong budaya menulis ilmiah. “Mahasiswa perlu terbiasa menyusun argumen dan data dalam bentuk karya ilmiah,” katanya.

Menurut Subhan, jumlah peserta cabang karya tulis ilmiah menurun dibanding tahun sebelumnya. “Bisa jadi karena rasa percaya diri rendah dan kurangnya pemahaman struktur penulisan,” tuturnya.

Ia menyarankan, agar tugas kuliah diarahkan menjadi karya lomba untuk mendongkrak partisipasi. “Berikan nilai tambahan atau sertifikat agar mahasiswa lebih termotivasi,” sarannya.

Subhan berharap, KINMU mampu melahirkan karya ilmiah yang berdampak luas. “Mari kita bentuk generasi muda Ushuluddin yang kritis, kreatif, dan berintegritas,” pungkasnya. (ver)

Wartawan: Fauziah Maharatih Wahyuni (Mg), Zahra Mustika (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Luka di Dada Bumi

Next Post

Kenapa Aku Selalu Merepotkan

Related Posts