Kunci Agar Tidak Digibahkan Orang Lain

Ilustrasi dua orang yang berghibah (Ilustrasi: Penapejuang.com)

Suarakampus.com- Gibah atau sekarang yang lebih dikenal dengan gosip bukanlah perkara yang asing didengar. Gibah merupakan membicarakan atau menggunjingkan kejelekan seseorang, sedangkan ia tidak menyukainya. Gibah bisa dilakukan dalam banyak hal, namun perbuatan ini tidaklah baik.

Saat ini banyak kita temui kasus orang-orang yang menggunjingkan orang lain bahkan saudaranya sendiri. Ia dengan mudahnya melakukan hal tersebut tanpa memikirkan akibat buruk dari perbuatan gibah itu sendiri.

Setiap orang pasti tidak ingin dirinya menjadi bahan gunjingan orang lain, pasti ia menginginkan agar dijauhkan dari perbuatan gibah. Nah kali ini penulis akan memaparkan 5 kunci agar kita tidak digosipi atau jadi bahan gibahan orang lain:

  1. Jangan Sesekali Memulai Menggosipi Orang Lain

Kunci yang pertama ini sangat penting untuk diperhatikan. Jika kita tidak mau digosipi orang lain, maka jangan pernah memulai menggosipi orang lain. Sebab, hukum alam itu akan berbalik sesuai apa yang kita perbuat kepada orang lain.

  1. Mohon Perlindungan kepada Allah

Supaya kita tidak menjadi bahan gibahan orang lain, kita senantiasa terus memohon perlindungan kepada Allah. Meminta perlindungan kepada Allah perlu dilakukan karena Allah adalah sebaik-baiknya pelindung. Adapun do’a yang dapat diucapkan ialah:

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim, dan selamatkanlah kami, dengan rahmat Engkau, dari (tipu daya) orang-orang yang kafir.” (Q.S Yunus ayat 85-86).

  1. Ingat bahwa Gibah Termasuk Dosa Besar

Mungkin sebagian dari kita tidak menyadari bahwa gosip atau gibah juga termasuk dosa besar. Perumpamaan orang yang melakukan gibah disampaikan oleh Ibnu Jarir Art Thobari, “Allah mengharamkan menggibahi seseorang ketika hidup sebagaimana Allah mengharamkan memakan daging saudaramu ketika ia telah mati.”

Dosa gibah bisa mendatangkan penyakit dan juga dapat merusak segala amal perbuatan selagi orang yang digibahi itu belum memaafkan kita.

  1. Mengingat Dampak Buruk Gibah

Adapun dampak buruk yang timbul dari gibah tidak hanya dirasakan di rohani, melainkan bisa juga timbul di jasmani kita. Dampak buruk gibah bisa memengaruhi interaksi sosial kita dalam bermasyarakat maupun dalam lingkungan keluarga sendiri.

Dikutip dari ceramah Ustad Abdul Somad, Ketika Isra’ Miraj Nabi melihat ada orang yang mencakar-cakar wajahnya sendiri sampai hancur. Lalu Nabi bertanya, Jiblil siapa ini? Itulah orang yang suka membuka aib saudaranya sendiri jawab malaikat Jibril.

  1. Intropeksi Diri dan Ingat Kebaikan Seseorang

Nah, langkah terakhir ini bisa kita lakukan sebelum mengoreksi seseorang. Intropeksi diri sangat dibutuhkan untuk memuhasabah kesalah-kesalahan yang pernah kita perbuat. Dengan sering melakukan introspeksi diri, maka kita akan merasa malu jika membicarakan kesalahan orang lain.

Selain itu, dengan mengingat-ingat kebaikan seseorang juga termasuk cara ampuh untuk menghindari diri dari menggosipi orang. Sering mengingat kebaikan yang telah dilakukan seseorang tersebut, kita akan berpikir dua kali untuk melakukan gibah kepada orang tersebut.

Itulah beberapa kunci yang dapat dilakukan dan diamalkan agar kita tidak jadi bahan gibahan orang lain. Semoga kita semua dapat menjaga lisan kita dari perkara yang sia-sia, sebab itu hanya mendatangkan kerugian bagi diri sendiri. Semoga tulisan singkat ini bermanfaat bagi kita semua. (rta)

Penulis: Iis Nuriah (Mahasiswa UIN IB Padang)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Arsip Kurang Diperhatikan Masyarakat

Next Post

Dua Bulan Diundur, UIN IB Tetapkan Pelaksanaan Wisuda ke-85 Secara Daring

Total
0
Share