Mahasiswa Baru Serbu Toko Perabotan, Lemari dan Kasur Jadi Barang Prioritas utama

Tokoh perabotan Simpang Empat Sungai Bangek. Sumber: Irvanof.

Suarakampus.com– Toko perabotan, lemari, dan kebutuhan mahasiswa di Sungai Bangek mendapat perhatian dari mahasiswa baru terkait barang yang menjadi prioritas saat ini. Lemari, kasur, hingga peralatan mandi menjadi sejumlah barang yang banyak dicari mahasiswa baru untuk memenuhi kebutuhan kos, Kamis (13/8).

Salah seorang pekerja toko perabot bernama Lala di Hayana Shop mengatakan kenaikan penjualan saat ini mengalami kenaikan signifikan mulai dari minggu kemarin.

“Lemari yang terjual ada banyak ragamnya, mulai dari Nage, Naiba, Basles, Gestar, dan kasur bermerek Ocean menjadi incaran para mahasiswa baru saat ini karena bergaransi 10 tahun,” jelasnya.

Menurutnya, kenaikan barang ini dapat terjadi setiap tahunnya karena kebutuhan mahasiswa akan stok barang di dalam kosnya atau apartemen yang sudah ditempati oleh para camaba tahun ini.

“Kami mengambil stok barang di Pasar Raya dan memiliki lemari banyak serta barang yang lain untuk mahasiswa baru yang benar-benar dibutuhkan,” katanya.

Lain halnya dengan perabotan sebelahnya, mereka mengatakan, setiap mahasiswa baru datang ke tempatnya, mereka datang mencari peralatan mandi serta kasur.

“Kami banyak mendapatkan pembelian terkait kasur dengan merek Ocean dan King Koil dikarenakan nyaman serta kualitas yang tahan lama dan bergaransi 10 tahun pemakaian,” ucapnya.

Peralatan mandi menjadi ikon utama di perabotan kami karena banyak mahasiswa yang tertarik membelinya, bukan karena paling diminati tetapi disukai oleh para mahasiswa yang sangat membutuhkannya sebab bentuknya yang lucu dan imut.

“Banyak mahasiswa menyukai produk mandi kami karena bentuk serta elemen yang ada di dalam hiasan dan juga estetika di dalam corak dan motifnya yang membuatnya disukai para camaba,” ucapnya.

Dalam pesannya, mereka akan memberikan pelayanan terbaik untuk mahasiswa baru saat ini. Mereka berharap para mahasiswa tersebut sungguh-sungguh belajar dan semangat dalam berkuliah di kampus.

“Tugas kami hanya memberikan yang terbaik buat mereka agar mereka tidak kebingungan dalam menetapkan kualitas barang yang dapat mereka pilih serta menjadikan tempat perabotan bukan hanya sekadar menjual saja, tapi ada estetika dan adat penjualan di dalamnya,” tutupnya. (Fau)

Wartawan: Irfanov Zacky Aji (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

UIN IB Gelar MCU bagi Mahasiswa Baru, Pastikan Bebas Narkoba dan HIV

Related Posts