Sistem Baru Bus UIN IB, Mahasiswa Diharuskan Membeli Tiket

Tempat pembelian tiket bus kampus UIN IB Padang (Sumber: Ifra/suarakampus.com)

Suarakapus.com- Jelang perkuliahan semester genap, UIN Imam Bonjol Padang buka penjualan tiket bus menuju kampus III Sungai Bangek (Seiba). Penjualan tiket dimulai sejak hari pertama perkuliahan oleh pramugara yang bertugas, Minggu (19/02).

Berdasarkan data yang diperoleh suarakampus.com, sebelumnya UIN IB Padang telah menjalin kerja sama dengan PT. ABTHA MITRA terkait bus kampus yang akan beroperasi mulai Senin, 20 Februari 2023.

Selaku Direktur PT. ABTHA MITRA, Bedron Thamrin mengatakan pembukaan stand penjualan tiket bus terletak pada dua titik, yaitu di kampus II Lubuk Lintah dan Kampus III Sungai Bangek. “Stand di depan area parkir kampus II dan di Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) kampus III,” katanya.

Bedron menjelaskan, tiket bus per hari berlaku satu kali pemakaian, dan juga disediakan tiket perbulannya untuk memudah mahasiswa saat transaksi di bus. “Kami menyediakan tiket bus untuk perbulan bagi mahasiswa yang naik di perjalanan,” jelasnya.

Untuk tiket tersebut kami membatasi mahasiswa hanya dua tiket, antisipasi adanya tindakan kecurangan. “Kalau lebih dari dua tiket ditakutkan adanya jasa titip yang merugikan,” katanya.

Dia mengungkapkan penjualan tiket merupakan sistem baru yang dibentuk dalam pengelolaan bus kampus. “Ada tiga bus yang akan diarahkan, untuk jadwal disesuaikan dengan banyaknya mahasiswa,” sebutnya.

Lanjutnya, harga tiket dibedakan dalam dua jenis, yaitu harga untuk per bulan dan per hari, “Hitungan per bulan harganya Rp175.000, kalau per hari hanya Rp5.000,” ungkapnya.

“Tiket per bulan bisa digunakan kapan saja, kami memberikan berupa kartu, untuk per hari hanya sekali pakai,” sambungnya.

Jadwal operasional bus dimulai pukul 06.00 sampai 18.00 WIB setiap Senin sampai Sabtu. “Setiap pengguna bus diharuskan menggunakan tiket,” katanya.

Senada dengan itu, ia menuturkan sistem aturan penumpang bus sama seperti halnya bus Trans Padang, yaitu duduk dan berdiri. “Asalkan penumpang tidak berdesak-desakan,” tuturnya.

Kemudian katanya, untuk sementara ini sistem pembelian tiket merupakan tahap simulasi yang nantinya akan diubah menjadi uang elektronik (e-money). “Sistem tiket ini kedepannya akan dihapus, kita menggunakan e-money,” sebutnya.

Dia menyebutkan, jadwal keberangkatan bus nantinya akan disurvei dan diubah sesuai jam dimulainya perkuliahan mahasiswa. “Paling lambat 45 menit sebelum jam perkuliahan sudah berangkat,” ucapnya.

Bus tersebut disediakan untuk jalur UIN kampus II dan kampus III, dan mahasiswa dapat naik dijalan jika muatan bus tidak penuh. “Untuk sementara ini, harga bus disama ratakan,” ungkapnya.

“Untuk saat ini terkendala dengan penuhnya bus di waktu pagi, sehingga mahasiswa yang menunggu dijalan tidak bisa naik,” jelasnya.

Ia berharap mahasiswa dan dosen dapat terlayani dengan baik, serta adanya masukan yang baik ke depannya. “Semoga dengan saran-saran tersebut, kami menjadi lebih baik lagi,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES), Ela Yuliantari mengaku kesulitan dengan sistem jual beli tiket tersebut, karena akan mengantri dalam pembeliannya. “Untung ada tiket per bulan, sehingga nantinya tidak terlalu ribet,” tuturnya.

Ia berharap, dengan adanya sistem baru terkait keberangkatan bus tersebut, semoga dapat membantu mahasiswa dalam perkuliahannya. “Semoga sistem yang terstruktur ini, memberi rasa aman untuk kami,” harapnya. (una)

Wartawan: Kholilah Tri Julianda, dan Ifra Wahyuni

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Penyewaan Gedung Kampus UIN IB, Begini Kata Mahasiswa

Next Post

Sertijab UKM Pramuka, Pembina Singgung Penyebutan Nama “Imam Bonjol”

Related Posts
Total
0
Share
410 Gone

410 Gone


openresty