Randai Sanggar Pincuran Tujuah Curi Perhatian Penonton

Anggota Sanggar Seni Pincaran Tujuah tampil memukau dalam pertunjukan randai pada gelaran hari kedua Pameran Patung Internasional di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Jumat (20/06/2025). Foto: Elsa/Suarakampus.com.

Suarakampus.com– Hari kedua Pameran Patung Internasional, menghadirkan pertunjukan seni tradisional yang menarik perhatian, salah satunya adalah randai dari Sanggar Seni Pincuran Tujuah. Penampilan tersebut disaksikan oleh tamu undangan di Taman Budaya Sumatera Barat, pada Jumat (20/06).

Ketua Sanggar Seni Pincuran Tujuah, Wetri Putra mengatakan sanggar yang ia pimpin telah berdiri sejak 2018. “Sekarang sudah hampir menginjak usia tujuh tahun,” ujarnya.

Wetri menjelaskan bahwa sanggar mereka memiliki ciri khas berupa tepukan talempong sebanyak tujuh kali. “Tiap gerakan randai yang dimainkan di sini merupakan ciptaan sendiri,” tuturnya.

Seniman itu menyampaikan bahwa persiapan penampilan hanya memakan waktu satu minggu. “Karena sebelumnya kami juga tampil di Panggung Nanjombang, Sumatera Barat,” katanya.

Wetri mengatakan hanya ada perubahan kecil dalam alur dan gerakan. “Karena tiap tampil harus ada yang dirombak,” jelasnya.

Ia menyebutkan jumlah pemain seharusnya sepuluh orang, namun satu di antaranya sakit. “Alhamdulillah tetap tampil dengan baik seluruhnya,” katanya.

Pimpinan sanggar itu memaparkan, cerita randai yang dibawakan mengangkat kisah Sultan Pamuncak dan Gadih Nurlela. “Spesifiknya tentang menikah sesuku dan perjodohan seperti Siti Nurbaya,” ungkapnya.

Wetri berharap sanggar seni yang ia pimpin bisa terus berkiprah di Sumatra Barat. “Semoga tahun depan bisa maju ke tingkat nasional,” tutupnya. (ver)

Wartawan: Elsa Mayora

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Gerakan Mahasiswa FDIK, Hidupkan Budaya Laman Senja

Next Post

Sidang Arbitrase Putuskan Nasib DEMA UIN Padang

Related Posts