Mahasiswa UIN IB Kritisi Kebijakan Sema-U Lewat Tulisan di Papan Reklame

Tulisan kritikan di papan reklame UIN IB (Sumber: Nafi/suarakampus.com)

Suarakampus.com- Tulisan “Copot Sema-U Kacung WR III” terpampang di papan reklame UIN Imam Bonjol Padang Kamis (31/03) lalu. Tulisan tersebut terpasang sehari setelah pemilihan Presiden Mahasiswa (Presma) lewat rapat pleno terbuka, Rabu (30/03).

Ketua Umum Sema Fakultas Syariah (FS), Khairul Hamdi mengatakan pihaknya tidak mengetahui perihal hal tersebut. Menurutnya, pemasangan tulisan di papan reklame adalah salah satu bentuk aspirasi mahasiswa yang tidak senang dengan kinerja Senat Mahasiswa Universitas (Sema-U).

Kata dia, perihal tulisan tersebut Sema FS tidak bisa menghandle dan murni keinginan Mahasiswa UIN IB sendiri. Sehingga kata dia, kurun beberapa hari ke depan pihaknya tidak bisa menduga tindakan mahasiswa selanjutnya, karena geram dengan keputusan Sema-U lewat pemilihan Presma.

“Tapi kami dari Sema FS akan bergerak dengan semestinya, kami terlebih akan protes melalui surat menyurat,” ucapnya saat ditemui suarakampus.com, Kamis (31/03).

Menanggapi tulisan di reklame UIN IB, Wakil Sema-U Mardian Susanto menyatakan, bahwa hal ini adalah bukti masih adanya Mahasiswa UIN IB yang memiliki pemikiran kritis. “Itu adalah salah satu bentuk demokratis mahasiswa,” kata Mardian.

Mardian mengatakan, UIN IB sendiri memiliki mahasiswa dari tujuh fakultas, dan mempunyai pendapat yang berbeda-beda. “Kita analogikan kampus sebagai miniatur negara, masyarakatnya adalah mahasiswa, juga memiliki banyak pemikiran di dalamnya,” tuturnya, Jumat (30/03).

“Seandainya Sema-U kacung WR lll, yang membuat spanduk itu kacungnya siapa, dalam mengambil tindakan jangan anak-anak atau terkesan kurang dewasa,” tambahnya.

Lanjutnya, setiap permasalahan dapat terselesaikan secara bersama-sama. Katanya, terdapat langkah-langkah intelektual yang bisa ditempuh. “Kita bisa melakukan kajian, audiensi atau kita bedah lagi SK Dirjen itu,” terangnya.

“Jauh-jauh hari sudah disampaikan kepada kawan-kawan, jika memang merasa kurang paham terkait kebijakan yang kami ambil. Silakan datang ke ruangan Sema-U, karena terbuka lebar untuk berdiskusi,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN IB, Welhendri Azwar mengatakan banyak Mahasiswa UIN IB minim pengetahuan mengenai sistem yang sudah ada.

Sambungnya, tulisan yang terpajang merupakan bentuk protes mahasiswa lantaran suara mereka tidak didengarkan. “Ada aspirasinya yang tidak tersampaikan, maka mereka melakukan itu,” lugasnya.

“Sema-U tidak konstitusional dari mana datangnya, mereka di SK kan Rektor UIN IB, ada tugas konstitusionalnya,” tambah Welhendri.

Welhendri juga mengungkapkan, protes ini merupakan bentuk keragaman pandangan mahasiswa menyikapi sebuah kebijakan. “Itu dinamika kampus, bagusnya dibesarkan lagi,” tandasnya.

Sampai berita ini dinaikkan, tulisan di papan reklame UIN IB sudah diturunkan. (red)

Wartawan: Muhammad Iqbal

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

FUSA di Posisi Teratas, Berikut Rinciannya

Next Post

Ketum UKM Musik Terpilih, Taufik Fokus Hidupkan Musik Bernuansa Islami

Related Posts
Total
0
Share
Hacklinkizmir nakliyatbalgat nakliyateryaman evden eve nakliyatçankaya nakliyat