Mahasiswa UIN IB Padang Keluhkan Suara Bising Proyek Pembangunan

Suasana pengerjaan proyek pembangunan Kampus III UIN IB yang belum rampung (Foto: Manisma/suarakampus.com)

Suarakampus.com- Belum rampungnya pembangunan di kampus III UIN Imam Bonjol Padang ternyata mengganggu proses perkuliahan mahasiswa. Pasalnya, suara bising yang dihasilkan oleh kendaraan dan alat-alat proyek yang tengah bekerja, terdengar kuat hingga ke gedung-gedung perkuliahan.

Berdasarkan data yang diperoleh sebelumnya, pembangunan proyek kampus III terdapat tiga tahapan. Di mana, pada tahap pertama memakan dana senilai Rp374 miliar dengan membangun delapan gedung.

Selanjutnya, tahap kedua, adanya pengerjaan infrastruktur dan lahan parkir, termasuk memasang instalasi  listrik gedung Fakultas Syariah, Fakultas Adab dan Fakultas Ushuluddin dengan kontrak dana anggaran sebesar Rp26 miliar.

Pada tahap ketiga dilanjutkan ke pembangunan gedung perpustakaan digital sebesar Rp28 miliar, dan kemungkinan dana perpustakaan itu akan bertambah dan sekitar Rp31 miliar lagi.

Kendati demikian, belum rampungnya pembangunan berdampak buruk pada proses perkuliahan mahasiswa. Hal ini sesuai dengan penuturan Mahasiswa Prodi Manajemen Dakwah Muhammad Asrul, yang mengeluhkan suara bising dari proyek.

“Terkadang saya tidak bisa mendengar suara dosen yang sedang mengajar, karena suara berisik dari proyek pembangunan,” keluhnya saat diwawancarai tim suarakampus.com, pada Selasa (25/10).

Ia mengatakan, seharusnya mahasiswa dipindahkan ke kampus III ketika pembangunan sudah selesai. “Kalau sudah rampung proyeknya, tentu tidak akan menggangu perkuliahan kami,” ungkapnya.

Sama halnya dengan Mahasiswa Prodi Komunikasi Penyiaran Islam, Risda Wulan Sari menyebutkan bahwa dirinya  juga merasa terganggu akibat proyek yang tengah berfungsi. “Apalagi sekarang musim ujian tengah semester, jadi kurang konsentrasi pada saat mengerjakan soal,“ sebutnya.

Risda berharap, suara bising dari alat-alat proyek dapat dikurangi, sehingga mahasiswa yang sedang melakukan aktivitas pembelajaran tidak terganggu. “Semoga proyek ini cepat selesai dan suara gaduh pembangunan tidak ada lagi,” harapnya.

Adapun pengakuan dari Mahasiswa Prodi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek), Nurul Aini merasa terganggu saat belajar di kelas akibat kebisingan proyek pembangunan. “Apalagi di siang hari, suara bising tersebut membuat tambah tidak fokus,” tuturnya.

Menanggapi hal ini, selaku Pekerja Proyek Pembangunan Boy mengatakan bahwa untuk tahap pengerjaan sekarang tidak menggunakan alat-alat yang terlalu bising seperti sebelumnya. “Untuk kali ini hanya memakai alat-alat biasa dengan tingkat kebisingan tidak seperti sebelumnya,” ujarnya.

Lanjutnya, jam operasional proyek di mulai dari jam 08:00 WIB hingga 17:30 petang. “Namanya juga pembangunan, wajar terdengar sedikit ribut tapi tidak terlalu bising,” lanjutnya.

Kendati demikian, Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan KeuanganTestru Hendra turut menanggapi keluhan mahasiswa tersebut, di mana alasan kepindahan bertahap aktivitas academica ke kampus III. Agar nantinya masyarakat di sana tertarik untuk membuat kos-kosan. “Kalau ditunggu selesai pembangunan, masyarakat di wilayah kampus III belum tertarik membangun kos-kosan,” pungkasnya saat wawancara di tabloid edisi 153.

“Makanya proyek masih berlanjut diiringi dengan proses perkuliahan,” sambungnya.

Kemudian, kata dia, perpindahan ini sengaja dilakukan secara terpisah karena melihat intensitas mahasiswa yang banyak. “Yang paling dipikiran itu tempat tinggal mahasiswa, kalau pindah semuanya, kos-kosan tidak cukup,” katanya.

Selain itu, Testru menyampaikan bahwa Gedung Fakultas Tarbiyah dan Keguruan kurang, sehingga mesti ditambah dengan memakai gedung FDIK. Selain itu, katanya akan ada berbagai hal dibuat di kampus II seperti perpindahan Pascasarjana UIN IB, pendirian MAS, dan lainnya. “Mahasiswa Tarbiyah itu membutuhkan banyak ruangan dan nantinya perencanaan lainnya di kampus I dan II,” tutupnya. (nsa)

Wartawan: Kholilah Tri Julianda dan Manisma Habibayana (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Wikimedia Hadir dengan Berbagai Platform Penulisan yang Multibahasa

Next Post

Bangun Esensi Kemanusiaan, UKM KSR-PMI UIN IB Adakan Donor Darah

Related Posts