Suarakampus.com– Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Suara Kampus resmi meluncurkan Majalah Edisi 12 pada perayaan Hari Ulang Tahun Suara Kampus yang ke-47 tahun, di Aula Perpustakaan Kampus II UIN Imam Bonjol Padang, Sabtu (06/12).
Ketua majalah, Silvi Amelia mengatakan, penyusunan majalah dimulai sejak awal Oktober oleh tim liputan utama yang beranggotakan lima orang. “Tetapi anggota, pengurus dan pimpinan ikut berpartisipasi mengisi konten majalah,” ungkapnya.
Pada edisi ini, Suara Kampus mengangkat Sanusi Latif sebagai tokoh utama. Pengangkatan dilakukan karena, kontribusi besar beliau terhadap perkembangan IAIN Imam Bonjol yang kini menjadi UIN Imam Bonjol Padang. “Berhasil menyatukan kampus IAIN yang tersebar di Sumatera ke IAIN IB di Jalan Sudirman,” jelasnya.
Selain itu, eks rektor UIN IB periode 1976 sampai 1982 ini, juga mengaktifkan lembaga bahasa. “Ahli tafsir dengan disertasi yang masih digunakan hingga kini,” sambungnya.
Proses penyusunan majalah ini dimulai dari tahap penentuan penanggung jawab rubrik, penyusunan TOR, hingga liputan lapangan. “Dukungan pembina dan Pu membantu dalam proses pembuatan majalah,”katanya.
Majalah edisi ini menargetkan civitas akademika UIN Imam Bonjol Padang sebagai pembaca utama. Rencana distribusinya ke fakultas-fakultas, pihak rektorat, perpustakaan, serta ke sejumlah LPM di Sumatera Barat. “Hadirnya majalah ini bisa dibaca oleh berbagai kalangan,” jelasnya.
Selain itu, majalah ini didedikasikan untuk suara kampus yang usianya sudah 47 tahun. “Semoga kami bisa berkarya lebih banyak dan lebih baik lagi,”harapnya.
Tim Majalah, Devita Rahma, mengatakan tantangan utama datang dari penyesuaian waktu dengan narasumber yang memiliki jadwal padat. “Sehingga beberapa wawancara kerap mengalami penundaan,”terangnya.
Meski demikian, tim berharap hasil majalah ini dapat menjadi rujukan informasi dan manfaat bagi mahasiswa dan civitas akademika UIN Imam Bonjol Padang. “Mengingatkan kembali bahwa kita pernah memiliki rektor hebat yang berpengaruh dan berdisiplin tinggi,” tambahnya.
Senada dengan itu, tim majalah, Taufiq Adek Angga menuturkan, kendala terjadi dijadwal liputan dan perkuliahan yang bentrok. “Lalu transportasi juga menjadi kendala dalam liputan majalah,” paparnya.
Namun, dibalik kendala yang terjadi, majalah edisi 12, diharapkan bisa menjadi bacaan bagi para mahasiswa zaman sekarang. “Agar lebih melek lagi dengan tokoh-tokoh hebat di tempat menimba ilmu,”tutupnya. (asr)
Wartawan: Elsa Mayora