Martin Kustati Sebut UIN IB Tempati Posisi Keempat Peminat Terbanyak PTKIN

Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Martin Kustati, menyampaikan pidato pada hari kedua wisuda ke-94 di Gedung J Kampus III Sungai Bangek, Selasa (28/10/2025). Foto: Devita Rahma/Suarakampus.com.

Suarakampus.com- Pada kegiatan kuliah umum dan pelepasan 2.530 peserta KKN Reguler Angkatan ke-52 Tahun 2026 di Gedung J Kampus III UIN Imam Bonjol Padang,
Rektor UIN Imam Bonjol Padang menegaskan, masyarakat menjadi laboratorium sesungguhnya bagi mahasiswa. Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, Senin (15/06).

Rektor UIN IB Padang, Martin Kustati mengungkapkan, masyarakat merupakan ruang belajar untuk menguji pengetahuan yang diperoleh mahasissa selama perkuliahan. “Masyarakat adalah laboratorium sesungguhnya bagi mahasiswa,” ungkapnya.

Martin mengatakan, KKN tidak hanya menjadi kegiatan akademik, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral dan sosial mahasiswa kepada masyarakat. “Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat harus mampu memberikan manfaat dan solusi terhadap berbagai persoalan yang ada,” katanya.

Pimpinan UIN IB ini menyebut, sebanyak 2.530 mahasiswa akan disebar ke berbagai wilayah di Sumatera Barat dan sejumlah daerah lainnya untuk melaksanakan pengabdian. “Program-program yang dijalankan mahasiswa harus menjawab kebutuhan masyarakat dan mendorong pemberdayaan yang berkelanjutan,” sebutnya.

Melanjutkan sambutannya, ia menuturkan, paradigma kampus berdampak perlu diwujudkan melalui kontribusi nyata mahasiswa dalam kehidupan sosial. “Kampus tidak boleh hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, integritas, dan kemampuan memberdayakan masyarakat,” tuturnya.

Ia menambahkan, capaian UIN Imam Bonjol Padang yang saat ini menempati posisi keempat peminat terbanyak di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). “Capaian ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terus meningkat,” tambahnya.

Ia mengujarkan, KKN tahun 2026 merupakan pelaksanaan ke-52 yang menjadi bagian dari gerakan pengabdian sosial berkelanjutan kampus. “Program ini mempertemukan energi intelektual kampus dengan kebutuhan nyata masyarakat dalam membangun kehidupan sosial yang inklusif, mandiri, dan berdaya,” katanya.

Ia menjelaskan tema KKN tahun ini, Berdampak, Berdaya, Bertumbuh untuk Kebangkitan Bangsa dan Budaya, dipilih untuk memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan. “Mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan dampak positif di tengah masyarakat,” jelasnya.

Ia mengibaratkan mahasiswa sebagai lebah yang harus memberikan manfaat bagi lingkungan. “Semoga mahasiswa dapat membawa program yang mampu mendorong pertumbuhan masyarakat dan menghasilkan dampak  berkelanjutan,” pungkasnya. (rar)

Wartawan : Muhammad Adam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

UIN IB Secara Resmi Melepaskan 2350 Mahasiswa KKN

Next Post

Fadly Amran Targetkan Padang Jadi Kota Berdaya Saing Internasional

Related Posts