Menjaga Kekayaan Hayati Indonesia, Tanggung Jawab Kita Bersama

Ilustrator: Najwalin Syofura

Oleh: Muhammad Rizki (Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam)

Indonesia dikenal luas sebagai salah satu negara dengan kekayaan hayati terbesar di dunia. Istilah itu sering kita dengar, tetapi tidak semua orang benar-benar memahami betapa berharganya kekayaan ini. Hutan hujan tropis, terumbu karang yang memukau, dan berbagai satwa endemik menjadikan Indonesia punya posisi penting dalam upaya konservasi global. Karena itu, menjaga keanekaragaman hayati bukan sekadar tugas, tetapi tanggung jawab bersama. (Conservation International – Megadiverse Countries).

Keanekaragaman hayati Indonesia tidak muncul begitu saja. Perubahan geologi selama jutaan tahun dan proses evolusi panjang telah membentuk ekosistem yang saling bergantung. Komodo, misalnya, hanya hidup di beberapa pulau kecil di Nusa Tenggara Timur. Jalak bali memiliki habitat yang sangat terbatas. Begitu juga Rafflesia arnoldii dan banyak flora lainnya yang hanya tumbuh di hutan Indonesia. Semua ini menunjukkan betapa uniknya alam Nusantara kita. Sumber: Balai TN Komodo (KLHK); Balai TN Bali Barat (KLHK); BRIN.

KLHK mencatat Indonesia masih memiliki sekitar 95,5 juta hektare kawasan berhutan, atau sekitar 51,1% dari luas daratan (KLHK, 2024). Dari total kawasan hutan tersebut, sebagian merupakan kawasan konservasi yang dikhususkan untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Angka besar ini bukan berarti hutan kita aman. Banyak tekanan terhadap hutan seperti masih bermuculan pembukaan lahan, aktivitas tambang, dan perburuan satwa liar.

Akibat dari rusaknya hutan dan banyaknya hilang spesies, melihatkan dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar berkurangnya keindahan alam. Deforestasi meningkatkan risiko banjir, kekeringan, dan tanah longsor. Hilangnya satu spesies saja bisa mengganggu rantai makanan dan keseimbangan ekosistem. Akibatnya kebutuhan dasar manusia seperti air bersih, pangan, dan sumber obat-obatan juga ikut terancam. (IPB – Pusat Studi Bencana; FAO; UNEP).

KLHK menegaskan bahwa konservasi tidak bisa direalisasikan hanya dengan program penanaman pohon. Hutan adalah ekosistem rumit yang menjadi tempat hidup ribuan makhluk. Logikanya, perawatan hutan harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari melindungi habitat satwa liar, mencegah penebangan ilegal, hingga memastikan pemanfaatan sumber daya alam tidak melampaui batas. (KLHK – Pendekatan Lanskap dalam Konservasi Keanekaragaman Hayati (2023).

Menurut KLHK – Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH), upaya menjaga lingkungan juga tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah. Perilaku masyarakat sehari-hari seringkali menjadi penyebab kerusakan lingkungan seperti membuang sampah sembarangan, membakar lahan, boros energi, atau cuek terhadap kerusakan hutan. Padahal, jika setiap orang mau mengambil langkah kecil, dampaknya bisa sangat besar.

Contoh tindakan sederhana yang bisa dilakukan antara lain menjaga perilaku saat berwisata alam, mengurangi plastik sekali pakai, memilih produk ramah lingkungan, dan tidak membeli satwa liar yang seharusnya hidup bebas. Langkah kecil seperti ini, jika dilakukan banyak orang, dapat memberikan pengaruh positif yang nyata. (UNEP – Small Actions for Big Impact).

Selain itu KLHK Kerhutanan Sosial Indonesia Report 2024, masyarakat lokal terbukti menjadi pihak yang paling efektif dalam menjaga hutan. Mereka hidup berdampingan dengan alam, sehingga memahami bagaimana memanfaatkannya. Program Perhutanan Sosial yang dibuat pemerintah memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mengelola hutan secara legal dan berkelanjutan. Ketika masyarakat terlibat, rasa memiliki terhadap lingkungan biasanya meningkat.

Melindungi keanekaragaman hayati sebenarnya juga berarti melindungi diri kita sendiri. Alam yang terjaga memberi manusia kehidupan yang lebih sehat, stabil, dan aman. Kita semua tentu ingin anak cucu bisa menikmati udara bersih, air yang layak, dan melihat langsung keunikan satwa Indonesia. (UNEP – Healthy Ecosystems for Human Wellbeing).

Indonesia punya hutan tropis yang megah, laut yang kaya, dan spesies-spesies unik. Tugas kita adalah memastikan semua kekayaan ini tetap diwariskan kepada generasi mendatang. Tidak perlu menunggu melakukan hal besar, langkah kecil yang dilakukan bersama dan terus-menerus sudah cukup membawa perubahan. Yang penting adalah kesadaran dan rasa tanggung jawab kita sebagai warga negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Ketika Presiden Mahasiswa Tinggal Kenangan

Next Post

Korupsi Terus Berulang di Tengah Upaya Pemberantasan

Related Posts