Menjurang Selamanya

Ilustrasi memperlihatkan seorang perempuan yang duduk meringkuk di hamparan hijau. Mencerminkan perasaan patah, rapuh, dan kelelahan batin yang tak terucap. Sumber : Zahra Mustika.

Oleh : Putri Wahyuni
(Mahasiswa Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam)

Mengapa manusia
Seringkali mematahkan saya
Bahkan hingga lumpuh?

Lebih baik saya berjalan
Tak tahu arah
Daripada harus dibuat patah
Seperti ini.

Patah sepatah patahnya
Lumpuh selumpuh lumpuhnya
Lalu saya tak bisa berbuat apa apa.

Salah memang
Jika saya memupuk dendam hingga subur
Tapi luka hati ini
Akan menjurang
Selamanya.

Saya tidak minta
Untuk dimengerti
Tapi
Jangan patahkan saya
Seperti ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Mereka Yang Tetap Melangkah

Next Post

Mahasiswa UIN IB Gagas Foodbank Berbasis Masjid di MTQN

Related Posts

Mecca

Oleh Febrian Hidayat(Mahasiswa Hukum Keluarga Fakultas Syariah UIN Imam Bonjol Padang) Mecca,Kota pelosok tanpa berpenghuni dahulunyaMustahil kehidupan akan…
Selengkapnya