Suarakampus.com– Karya seni tato tradisional Mentawai menjadi salah satu daya tarik utama dalam Climate Fest Vol.2. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang di Taman Budaya Sumatera Barat, Kamis (16/4)
Seniman tato, Anerisa mengatakan, pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan tato Mentawai yang dilakukan di lokasi festival, bahkan mencoba tato di tempat. “Kalau teman-teman ingin mencoba atau sekadar melihat, bisa langsung datang ke lapak kami,” kata Anerisa.
Seniman ini menjelaskan, seni tato Mentawai dikenal sebagai salah satu tradisi tertua di Indonesia yang sarat makna spiritual. “Tato Mentawai itu bukan sekadar gambar di tubuh, setiap motif punya makna dan nilai spiritualnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, salah satu motif yang ditampilkan adalah simbol matahari yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat Mentawai. “Misalnya simbol matahari, itu berkaitan dengan kehidupan dan keseimbangan,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan, tato tidak hanya dipandang sebagai seni tubuh, tetapi juga sebagai identitas dan bagian dari kehidupan sosial masyarakat Mentawai. “Tato ini juga menjadi bagian dari identitas dan kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, kehadiran tato Mentawai dalam festival ini bertujuan untuk mengenalkan budaya kepada masyarakat luas. “Ini jadi cara untuk memperkenalkan budaya, sekaligus menjaga tradisi supaya tetap hidup,” ungkapnya.
Ia menuturkan kehadiran tato Mentawai juga memberikan edukasi budaya kepada masyarakat. “Melalui kegiatan ini, masyarakat bisa lebih memahami keterkaitan antara budaya, alam, dan kehidupan,” tuturnya.
Terakhir, ia menyampaikan Climate Fest Vol.2 tidak hanya menjadi ruang diskusi isu ekologis, tetapi juga wadah pelestarian budaya lokal. “Kegiatan ini menjadi ruang untuk merayakan dan melestarikan budaya dari berbagai daerah di Indonesia,” tutupnya. (Fau)
Wartawan :Lina Indriani (Mg)
Seni Tato Mentawai Jadi Daya Tarik di Climate Fest Vol.2