Pedagang Manfaatkan Jalur Baru kampus III UIN IB Padang

Potret membidik para pedagang di jalan baru kampus III UIN IB Padang (sumber: Zahra Mustika/ Suarakampus.com)

Suarakampus.com– Sejumlah pedagang memanfaatkan peluang membuka usaha di jalur baru Kampus III Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang. Berdasarkan keterangan pelaku usaha, aktivitas di jalur baru tersebut telah berlangsung sekitar satu hingga dua minggu, Kamis (23/04)

Pedagang ricebowl, Gustiwananda mengaku, telah berjualan selama satu minggu disana. “Saya mendapatkan informasi dari teman saya,” ujarnya.

Ia menyebutkan, lauk dagangannya didominasi olahan ayam. “Saya menyediakan ayam krispi, ayam kecap, nugget, telur, dan mie,” sebutnya.

ia mengatakan ayam krispi yang paling diminati mahasiswa. “Yang paling diminati mahasiswa adalah ayam krispi,” katanya.

Ia mematok tarif dagangan dengan harga terjangkau. “Setiap porsi dijual dengan kisaran harga Rp12.000 hingga Rp15.000,” katanya.

Ia mengujarkan, sengaja menyesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa. “Mahasiswa butuh makanan dengan harga murah,” ujarnya.

Menurutnya, lokasi tersebut cukup strategis. “Setelah jalan utama dialihkan, mahasiswa memanfaatkan jalur ini,” tambahnya.

Ia menambahkan, sebelumnya sudah berjualan di kampung dan memiliki pengalaman. “Nantinya, hasil yang didapat bisa digunakan untuk membantu ekonomi keluarga,” tambahnya.

Senada demikian, pedagang lainnya, Indra mengungkapkan, telah berjualan selama kurang lebih satu tahun di kampus tiga Sungai Bangek. “Namun baru berjualan di lokasi baru selama satu minggu,” ungkapnya.

Ia menuturkan, informasi terkait perpindahan lokasi diperoleh dari satpam. “Jadi kami para pedagang berinisiatif untuk pindah kesini,” tuturnya.

Ia menilai, lokasi baru lebih nyaman. “Meski demikian, pendapatan saya tetap sama,” jelasnya.

Di sisi lain, mahasiswa Psikologi Islam, Ulfa Ana mengatakan, dirinya baru pertama kali membeli makanan di jalur tersebut. “Kebetulan saya sedang di perjalanan ke kampus,” ujarnya.

Menurutnya, pendapatan pedagang terbantu karena belum ramai yang berjualan. “Jadi pedagang tidak terlalu memiliki saingan,” ujarnya.

Ia menambahkan, harga dan kualitas yang ditawarkan sesuai. ”Inilah yang membuat saya tertarik untuk belanja di sini,” tambahnya.

Ia berharap, ke depannya jalur baru tersebut bisa terus aktif. “Semoga nantinya diadakan perbaikan di sejumlah jalan yang rusak,” harapnya. (Raf)

Wartawan: Sofia Aulia (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Asesor Awali AL PI dengan Arahan Prodi

Next Post

Enam Mahasiswa UIN IB Dinobatkan sebagai Bintang Aktivis pada Wisuda ke-95

Related Posts