Peduli Korban Gempa Pasaman, Sejumlah Organisasi Sumatera Barat Buat Program Crisis Center

Siaran Pers Crisis Center (Foto: M Hafiz Al Habsy)

Suarakampus.com– 19 organisasi yang terdiri dari Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), Organisasi Masyarakat (Ormas), dan Komunitas siapkan program Crisis Center peduli bencana gempa Pasaman. Program ini telah dilangsungkan di Gedung KNPI Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (12/03).

Selaku Koordinator Jaringan, Firman menyampaikan bahwa, masih banyak keterbatasan dan kejanggalan yang masih terjadi di lapangan. “Masa tanggap darurat memang sudah berlalu, namun di lapangan masih banyak kita temukan kejanggalan dan keterbatasan,” ucap Firman pada saat konferensi pers.

Kemudian, Firman mengatakan ada beberapa kejanggalan yang disebabkan oleh adanya komunikasi yang belum terkoneksi dengan baik antara para penyintas, lembaga, komunitas kemanusiaan serta para relawan yang ada. “Di lapangan terlihat informasi dan koordinasi yang tidak seimbang,” ucapnya.

Selain itu, Firman menuturkan bahwa bantuan lebih cenderung mengarah ke Pasbar, padahal dampak Gempa juga berdampak pada Pasaman khususnya dirasakan oleh masyarakat sekitar kaki Gunung Talamau Kecamatan Tigo Nagari. “Bukan hanya Pasbar saja, masih ada masyarakat sekitar Gunung Talamau Kecamatan Tigo Nagari yang merasakan dampaknya,” tegasnya.

Lanjunya, jika dilihat secara pendataan dampak dari gempa memang benar bagian Pasbar lebih banyak terdampak, namun jumlah korban Pasbar dan Pasaman cukup berimbang. “Korban dari gempa ini sama-sama berimbang,” lanjutnya.

Selain itu, Firman mengatakan ada beberapa akses jalan di Pasaman yang ikut terputus hingga saat ini, menyebabkan sulitnya mendistribusikan bantuan ke sana. Bahkan beberapa daerah belum memperoleh bantuan, diantaranya daerah Rawang, Padang Gantiang, dan wilayah sekitaran Gunung Talamau.

“Keterbatasan dan kejanggalan yang ada di lapangan sangat merugikan masyarakat, karena ada beberapa daerah yang memang belum tersentuh bantuan sama sekali,” kata Firman.

Menanggapi hal tersebut, Firman menyampaikan bahwa posko bersama OKP, Ormas, dan Komunitas peduli bencana Pasbar-Pasaman menyiapkan program “Crisis Center” di bawah payung Relawan Aksi Pewarta Independen yang telah dirancang secara sederhana dalam menanggapi Bencana Pasbar-Pasaman di www.rapi-indonesia.com.

“Maka dari itu kami menyiapkan program yang diberi nama crisis center untuk hal ini,” katanya.

Adapun penyampaian dari Ketua Umum KNPI Sumatera Barat (Sumbar) Nanda Satria yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut menyampaikan bahwa aksi tanggap darurat ini akan tetap berlanjut meskipun masa tanggap darurat telah berlalu. “Masa recovery akan belangsung jangka panjang, dan hal ini membutuhkan perhatian dan sokongan yang lebih lagi dari berbagai pihak,” sampainya.

Sehingga, kata dia, Lembaga yang didirikan atas inisiasi OKP, Orman, dan Komunitas peduli bencana bersama DPD KNPI Sumbar ini telah terhubung semenjak hari pertama gempa terjadi. “Pada akhirnya gagasan ini penting untuk segera dihadirkan agar masyarakat terdampak gempa dapat dipenuhi kebutuhannya secara professional,” pungkasnya. (nsa)

Wartawan: Redaksi

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Pembagian Kuota Internet Belajar untuk Mahasiswa UIN IB Semester IV Belum Jelas

Next Post

Cari Pemimpin Baru, Alumni JS-HTN Gelar Mubes Ke-II

Related Posts
Total
0
Share
410 Gone

410 Gone


openresty