Pincuran Puti, Surga Wisata Alam Nagari Talang Babungo

Salah satu spot foto di Geowisata Pincuran Puti (Foto: Raihan Fadillah/suarakampus.com)

Suarakampus.com- Nagari Talang Babungo adalah nagari yang memiliki keindahan alam yang bisa dijadikan objek wisata. Salah satunya adalah Pincuran Puti yang terletak di Jorong Kayu Bajangguik, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok yang mengandalkan konsep alam.

Geowisata ini terletak di ketinggian 1400 MDPL luasnya mencapai 1,5 hektar. Tempat ini konon menjadi sebuah tempat pemandian putri keturunan raja-raja zaman dahulu.

Perjalanan menuju ke sana cukup menantang dan mengesankan. Harus berjalan kaki sekitar 1,5 KM untuk mencapai titik Pincuran Puti. Namun sepanjang perjalanan disuguhkan dengan pemandangan alam yang indah dan terbayarkan oleh geowisata yang menarik.

Dalam Geowisata ini terdapat jembatan kecil dan tangga yang terbuat dari kayu-kayu hutan sebagai fasilitas pendukung untuk akses menikmati geowisata. Selain itu, juga terdapat miniatur kapal yang bisa digunakan untuk memandang keindahan Nagari Talang Babungo.

Di sini pengunjung bisa menikmati pemandangan yang menarik seperti kolam air kecil tempat bermain anak-anak dan juga terowongan kayu. Jika pengunjung ingin beristirahat juga ada gazebo yang terbuat dari kayu serta juga ada tempat untuk salat.

Salah seorang petugas geowisata, Okta Yulia Isma mengatakan setelah diresmikan sejak 26 Desember oleh wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy, banyak orang yang berkunjung ke geowisata ini.

“Dalam beberapa hari ini banyak pengunjung ke geowisata Pincuran Puti, tidak hanya masyarakat Nagari Talang Babungo tetapi juga masyarakat dari Padang, Solok dan masih banyak lagi,” katanya.

Isma mengungkapkan sebelum memasuki Geowisata Pincuran Puti pengunjung akan dikenakan biaya masuk. “Setiap pengunjung yang datang harus membuat namanya di daftar pengunjung dan membayar Rp5000 untuk masyarakat Nagari Talang Babungo serta Rp10000 untuk masyarakat luar Talang Babungo,” tuturnya.

Kemudian, salah satu pengunjung asal dari Nagari Talang Babungo, Lira Elwiska mengatakan perjalanan menuju Geowisata Pincuran Puti cukup mengesankan. Sebab untuk mencapai ke sana ia harus berjalan kaki dan tidak bisa menggunakan motor karena jalannya yang belum memadai apalagi jika cuaca hujan jalannya licin dan di khawatirkan akan terjatuh.

“Dibalik lelahnya menuju ke sana, terbayarkan dengan keindahan alam,” tuturnya.

Lira Elwiska yang baru pertama kali ke Geowisata Pincuran Puti mengetahui geowisata ini dari cerita orang-orang, apalagi juga diberitakan di televisi. Katanya, Pincuran Puti ini sudah ada sejak lama, namun baru selesai direnovasi. “Geowisata ini menarik dengan dikelilingi alam, udara yang sejuk dan adanya spot foto yang bagus,” ungkapnya.

“Semoga wisata ini terus berkembang, apalagi lokasinya luas bisa dijadikan untuk objek wisata seperti flying fox dan kolam renang,” tutupnya. (gfr)

Wartawan: Raihan Fadillah

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Abdul Salam Jelaskan Asal Mula Gerakan Muhammadiyah

Next Post

Pasca Pandemi, Momentum Mahasiswa Mengubah Jalan Sejarah

Related Posts
Total
0
Share
410 Gone

410 Gone


openresty