Produser LPM Suara Kampus: Membuat Video Pemberitaan Mesti Pahami Berbagai Teknik

Produser LPM Suara Kampus saat menyampaikan materi (Sumber: Zulis/suarakampus.com)

Suarakampus.com- Produser Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Suara Kampus UIN Imam Bonjol Padang, Muhammad Abdul Latif mengatakan, dalam pembuatan video atau konten pemberitaan diperlukan berbagai teknik. Pasalnya, hal tersebut bakal mempermudah penyusunan dan pembuatan video akan jauh lebih tertata.

Latif menjelaskan, sebelum memproduksi suatu video, kreator mesti menyiapkan bahan penyusunan naskah atau rancangan pengambilan foto dan video. “Pra-produksi sangat penting dalam pembuatan video, dimulai dari ide, premis, sinopsis, treatment hingga menjadi naskah yang utuh,” ujarnya saat menyampaikan materi, perihal teknik pembuatan video pemberitaan, Selasa (15/03).

Lanjutnya, bagus atau tidaknya video pemberitaan tidak akan jauh-jauh dari ide. Katanya, sebuah ide bisa didapatkan di mana pun dan kapan pun. “Ide tersebut bisa muncul dari penglihatan, pendengaran bahkan penciuman sekalipun,” tuturnya

“Setelah ide sudah terkonsep secara matang, barulah selanjutnya masuk ke tahap shooting,” sambungnya saat penyampaian materi dalam acara finalis duta kampus di Aula Mansur Dt. Nagari Basa.

Sementara itu, Latif juga menyoroti dalam proses shooting video, kreator harus memahami teknik pengambilan gambar secara tepat sehingga video yang dihasilkan dapat memberikan rasa emosional kepada para penonton.

“Teknik pengambilan gambar tersebut, seperti teknik high angle (pengambilan dari atas kepala ke subjek), gunanya untuk menyampaikan pesan seakan tokoh tersebut tertindas,” jelasnya.

Kemudian, ia juga menyampaikan saat pengambilan shot video, penggunaan jenis shot yang tepat merupakan kunci dari kualitas kecakapan hasil video. Kata Latif, ada beberapa shot dalam proses pembuatan video, di antaranya establishing shot, extreme wide shot, full shot, medium shot dan lainnya.

“Pilihlah jenis shot sesuai kebutuhan, agar pesan yang disampaikan bisa mengekspresikan tujuan yang hendak dicapai,” tambahnya.

Ia berharap peserta bisa memproduksi sebuah video dengan estetika yang berlaku, serta mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan. “Lewat materi ini, saya berharap ke depannya peserta bisa menghasilkan karya yang berkualitas, hingga dinikmati oleh penonton lainnya,” tutupnya. (hry)

Wartawan: Felia Salsabila, dan Zulis Marni (Mg)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

FAH Gelar Kuliah Umum Bahas Tantangan Mahasiswa dalam Pembangunan Sumbar

Next Post

LBH Padang Menang dalam Kasus Sengketa Informasi dan Data Penggunaan Dana Covid-19

Related Posts
Total
0
Share
410 Gone

410 Gone


openresty