Oleh : Siti Nur Aisyah
(Mahasiswi Jurusan Studi Agama-Agama)
Tubuhku kian gemetar
Namun makan tak lagi beraturan.
Kini malam menjadi medan
Pertempuran pikiran.
Di setiap bisiknya malam
Begadang menjadi pilihan
Untuk membawa sedikit ketenangan.
Tenang
hanya ketenangan yang aku inginkan.
Tapi mengapa?
Mengapa pikiranku selalu bertempur
di setiap malam?
Yang aku inginkan hanyalah
Tidur tanpa beban pikiran.
Sungguh, aku rindu kantuk
Yang datang setiap pukul sembilan,
Di mana segala sesuatu tentang kehidupan tak lagi dipikirkan.
Kini aku sadar
Dewasa adalah begadang tanpa pilihan
Dengan kepala yang penuh kecemasan
Hingga badanku habis
Dimakan oleh pikiran.
Kini hanya ada satu hal
Yang bisa membuatku tenang
Bahkan beban yang berat pun kian hilang
Tak terpikirkan.
Pulan
Kini pulang adalah obat
Untuk ketenangan.