Pustakawan Harus Adaptif Hadapi Tranformasi Digital

Rektor UIN Imam Bonjol Padang (sumber : Sofi Asri/suarakampus.com)

Suarakampus.com– UPT Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang selenggarakan
The 3rd AICILib Annual International Conference of Imam Bonjol Library
Libraries: Gateways to SDG’s. Acara ini dibuka langsung oleh Rektor, Martin Kustati dengan banyak pembahasan tentang hadirnya teknologi yang bisa dimanfaatkan dalam kerja pustakawan, Senin (21/04).

Martin Kustati dalam opening speech nya menyampaikan, sebuah kehormatan bisa berdiskusi bersama narasumber yang luar biasa dari APPTIS, dosen senior di Universitas Teknologi Nanyang, Singapura, MLIS Presiden Komunitas SLA Asia, para Kepala UPT perpustakaan dan pustakawan UIN IB Padang.
“Tentunya, di era global teknologi ini, komunitas pustakawan dibutuhkan,” ujarnya.

Dalam kehidupan pustakawan, UIN Imam Bonjol Padang mempunyai nilai baik di bidang pendidikan ilmu pengetahuan, dengan pernyataan global sarana di perguruan tinggi ini. “Kolektif dengan visi disaat manusia tahu melalui evolusi kemampuan sistem,” katanya.

Kemudian, ia menambahkan, sebuah perpustakaan yang pada umumnya biasanya dikunjungi langsung, akan digantikan dengan platform digital berdasarkan ekonomi dan budaya sekitar. “Peran perpustakaan tidak hanya sekadar tempat menyimpan buku, tetapi kini berkembang menjadi institusi yang tahan uji zaman” ungkap Martin.

Peran dari pustakawan dalam menghadapi perkembangan teknologi, tentunya perlu melakukan langkah-langkah strategis dalam melaksanakan tugas. “Hal ini akan terkelola dalam sistem pengembangan,” ungkapnya

Pada tahun 2030 mendatang, rutinitas di universitas akan meningkat. Semua akan digantikan dengan teknologi yang lebih canggih. “Namun peran pustakawan tetaplah dibutuhkan,” jelasnya.

Adapun goals yang akan di capai dalam Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) adalah, perpustakaan memiliki nilai kontribusi terhadap pencapaian dibidang pendidikan yang bagus, penguatan institusi yang inklusif dan penuh damai, kemudian kesetaraan gender, serta pengurangan dari kesenjangan. “Ini upaya yang harus kita lakukan bersama”, jelasnya.

Terakhir ia berharap, semoga edukasi dan kebudayaan yang menjadi salah satu pilar kampus ini (culture), dapat berjalan seiring dengan perkembangan teknologi di era globalisasi.
“Membangun integritas di UIN Imam Bonjol Padang lewat kolaborasi antar berbagai aspek” tutupnya. (Red)

Wartawan: Sofi Asri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Pemanfaatan AI Dibahas dalam Seminar Internasional Perpustakaan UIN IB

Next Post

Mahasiswa Gelar Aksi Jilid II Tuntut Pertanggungjawaban 100 Hari Kapolda Sumbar

Related Posts