Suarakampus.com– Penceramah Reihan mengajak umat Islam menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki hati dan menjaga lisan saat berpuasa dalam ceramah di Masjid Al Khairat 1, Simpang Tiga Parak Buruk, Sungai Bangek. Pesan itu disampaikan dalam tausiah Ramadhan pada Rabu (18/2).
Reihan menyampaikan puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memperbaiki hubungan dengan Allah serta sesama manusia. “Puasa bukan sekadar menahan makan dan minum,” ujarnya.
Reihan mengingatkan umat Islam agar menyelesaikan persoalan batin sebelum memasuki bulan suci supaya ibadah lebih bermakna. “Jangan berpuasa dengan hati yang menyimpan dendam,” katanya.
Penceramah tersebut menjelaskan Islam memandang sesama Muslim sebagai saudara sehingga tidak patut memelihara konflik berkepanjangan. “Tidak pantas menyimpan permusuhan,” jelasnya.
Reihan mengimbau jamaah menjaga lisan dan perilaku selama menjalankan ibadah agar pahala tetap terjaga. “Tahan diri dari perkataan yang buruk,” pesannya.
Reihan menambahkan Rasulullah mengajarkan umatnya mengendalikan emosi ketika berpuasa, terutama saat menghadapi perselisihan. “Jika diajak bertengkar, katakan sedang berpuasa,” tuturnya.
Menurut penceramah itu, lisan menjadi ujian terberat karena manusia mudah berlebihan dalam berbicara tanpa menyadari dampaknya. “Setiap ucapan ada konsekuensinya,” sebutnya.
Reihan menegaskan puasa merupakan ibadah hati dan akhlak yang menuntut perubahan sikap, bukan sekadar ibadah fisik. “Sikap dan perilaku harus dijaga,” tegasnya.
Penceramah berharap ibadah Ramadhan tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya dan diterima Allah SWT. “Semoga amalan kita diterima,” pungkasnya. (rar)
Wartawan: Putri Wahyuni (Mg)