Ratusan Massa Kepung Rektorat UIN IB Tuntut Transparansi

Aksi demonstrasi di depan Gedung Rektorat UIN IB Padang, Senin (9/3). Sumber : Zahra Mustika.

Suarakampus.com– Ratusan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Mosi Tidak Percaya” di halaman rektorat Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk tuntutan transparansi kepada pimpinan kampus terkait sejumlah persoalan yang terjadi di lingkungan universitas, Senin (09/03).

Koordinator lapangan aksi, Rahmad Sitepu, mengatakan demonstrasi merupakan respons mahasiswa terhadap kondisi yang berkembang di lingkungan kampus. “Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka kepada pimpinan universitas,” katanya.

Rahmad menuturkan aksi tersebut lahir dari keresahan mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang dinilai perlu mendapat penjelasan dari pihak kampus. “Melalui aksi ini, kami mengharapkan transparansi yang jelas terkait persoalan yang hangat diperbincangkan,” tuturnya.

Selain Rahmad, Muhammad Rifatih Hasibuan mengatakan aksi tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai fakultas yang memiliki kepedulian terhadap kondisi kampus. “Kami yang hadir memiliki kepedulian terhadap kondisi kampus,” katanya.

Rifatih menambahkan forum aksi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan kegelisahan mereka secara kolektif kepada pimpinan universitas. “Ada banyak hal yang perlu dijelaskan pimpinan rektorat kepada mahasiswa,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam aksi menunjukkan kepedulian terhadap masa depan institusi pendidikan. “Mahasiswa seharusnya mengawal, bukan hanya menjadi penonton,” tegasnya.

Gubernur Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Timbul Halomoan Rambe mengatakan selama aksi berlangsung mahasiswa memperoleh kesempatan berdialog dengan pihak rektorat. “Dialog ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menjelaskan tuntutan mereka,” ujarnya.

Menurut Timbul, kehadiran pimpinan kampus di tengah massa menunjukkan komunikasi antara mahasiswa dan universitas masih terbuka. “Alhamdulillah pejabat kampus muncul ke tengah massa dan mendengar aspirasi secara langsung,” katanya.

Merespon tuntutan tersebut, Rektor UIN IB Padang, Martin Kustati mengatakan pihak universitas menghargai kritik serta masukan yang disampaikan mahasiswa. “Aspirasi mahasiswa merupakan bagian dari dinamika kehidupan akademik di kampus,” katanya.

Martin menegaskan berbagai aspirasi yang disampaikan mahasiswa akan menjadi bahan evaluasi bagi pihak universitas. “Semua masukan akan kami pelajari untuk memperbaiki tata kelola institusi ke depan,” pungkasnya. (Fau)

Wartawan : Nur Hanifah (Mg), Irfanov Zacky Aji (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Demonstrasi Mosi Tidak Percaya Hantam UIN IB dengan Tujuh Tuntutan

Next Post

Rektor UIN IB Tanggapi Tujuh Tuntutan Mahasiswa dalam Aksi “Mosi Tidak Percaya”

Related Posts