Ribuan Massa Gelar Aksi, Tuntut Pertanggungjawaban Kepolisian Atas Tewasnya Driver Ojol

Ribuan Massa gelar Aksi demonstrasi (sumber: Elsa Mayora/suarakampus.com)

Suarakampus.com- Ribuan massa menggelar demo besar-besaran di depan gedung Kapolda, mengenai tuntutan meninggalnya seorang aksi demo yang diduga dari kelalaian oknum kepolisian, beberapa anggota aksi memberikan pendapat mereka mengenai kejadian tersebut. Jumat (29/08)

Salah seorang driver ojol sekaligus mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang, Hendrik kirejeni mengatakan, ketertarikannya mengikuti aksi demo dari kemauan sendiri atas keresehan hati mengenai kegaduhan di bangsa ini. “Saya kesini tidak ada perintah dan paksaan siapapun,” katanya.

Hendrik menambahkan, dia dan massa lainnya sempat memberikan orasi dan aspirasi mengenai beberapa tuntutan. “Terutama tuntutan mengenai saudara kami yang meninggal,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, tanggapannya mengenai kejadian sebelumnya sangat kecewa dengan oknum kepolisian, karena kurang profesionalnya mereka dalam pembubaran massa. “Saya sangat kecewa kepada Kapolda, dari tadi mereka tidak menemui massa aksi,” ungkapnya.

Senada demikian, driver ojol perempuan kota Padang, Yaya menyebutkan, ketertarikannya mengikuti aksi demo karena ada rasa solidaritas sesama ojol se-Indonesia. “Saya merasa sedih melihat kejadian yang menimpa saudara kami,” ucapnya.

Yaya menjelaskan, selama demo ia merasa terketuk hatinya dan ikut menyuarakan keadilan terhadap saudara ojol yang mengalami peristiwa yang sangat menyedihkan. “aparat seharusnya melindungi bukan bersikap arogan,” tegasnya.

Ia menanggapi, turut berduka cita terhadap meninggalnya korban, sebagaimana seorang ibu yang memiliki anak laki-laki, ia merasa kalau kejadian ini tertimpa terhadap anaknya. “Sangat sedih apalagi korban baru berumur 21 tahun, lebih muda dari anak saya,” ujarnya.

Sementara itu, driver ojol lain, Junaidi menuturkan, mengikuti demo atas kemauan pribadi serta melihat antusiasme mahasiswa dan anggota ojol mengikuti aksi. “Visi misi kita hanya mengikuti apa yang diinginkan mahasiswa,” katanya.

Kejadian yang menimpa salah satu ojol menimbulkan rasa sedih yang mendalam bagi rekan-rekan ojol se-Indonesia. “Maaf untuk para kepolisian tolong bertindak adil, khususnya di daerah Sumbar,” ulasnya.

Junaidi berharap, polisi kedepannya lebih berpikir dan bertindak positif, tidak melakukan hal yang terjadi sebelumnya, karena ini merupakan suatu tindakan yang melanggar aturan dan anarkis. “Polisi seharusnya mengayomi dan merangkul masyarakat yang sedang demo,” pungkasnya. (Red)

Wartawan: Harvizaq Rafkhi, Fauziah Maharatih Wahyuni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Titok Priastomo: Elit Sekuler Indonesia Ubah Arah Kepemimpinan Nasional

Next Post

Aksi Mahasiswa UIN IB Batal di Mapolda, Alihkan Demonstrasi ke Gedung DPRD Sumbar

Related Posts