Sajak Rindu

Ilustrasi kasih sayang Ibu terhadap anaknya (Ilustrator: Asih/suarakampus.com)

Oleh: Nada Andini

Di pagi yang cerah ini ku sisipkan doa dan rasa rinduku
Gelebahku akan sesosok cahaya, cahaya yang selalu menemani hari-hariku
Di keheningan dan kegelapan malam ku sujud kepada-Nya
Ku curahkan keluh dan kesahku melalui sujud dan zikir ku
Rasa rindu yang tak terobati sepi bisu bagai ditelan bumi
Tak ada satu pun yang terpatri di sini, tak tau apakah masih ada teriakkan kata PULANG…. PULANG…. PULANG
Dari cahaya yang telah lama menghilang
Hilang ke negeri seberang mencoba mencari peruntungan

Ku tak tau kapankah datang sosok cahaya yang telah menghilang dari pelupuk mata
Deringan yang selama ini ku nanti siang dan malam tak kunjung mengampiri
Detik demi detik berlalu dikelamkan sunyi
Hanya hembusan angin malam yang menemani
Kepada siar siur anginku sampaikan rasa rindu dan kehangatan dari sesosok yang telah lama pergi
Canda tawa tak pernah singgah lagi, suara lembutmu tak pernah terdengar lagi
Pelukan hangat yang setiap hari kudapati kini sulit tuk didekapi
Semenjak kau hilang dari pandangan, kehadiranmu sulit sangat tuk ku nanti

Cahaya yang menyejukkan hati menegarkan ku di setiap langkahku
Menenangkanku dalam setiap tetesan air mataku
Entah kapan kau ‘kan datang sang penerang hidupku

Jikalau malam gulita terbayang mengharap rona kan datang
Mendekapku pada kelamnya malam sembari menanti jumantara
Menatap bintang bersamamu bunda
Di langit berbeda kita menatapnya
Antara Papua dan Sumatra

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Bertentangan dengan Konstitusi, Koalisi Masyarakat Sipil Kritisi SKB Pembubaran FPI

Next Post

Evaluasi Kinerja Pengurus, Dema FTK Bakal Gelar Mudema

Related Posts

Senja Kala Itu

Oleh: Nada Asa Fhamilya Febria Andre Raga ini terduduk di bawah rayuan sinar jingga kemerahanJauh di ujung laut…
Selengkapnya
Total
0
Share