Oleh: Nada Andini
Di pagi yang cerah ini ku sisipkan doa dan rasa rinduku
Gelebahku akan sesosok cahaya, cahaya yang selalu menemani hari-hariku
Di keheningan dan kegelapan malam ku sujud kepada-Nya
Ku curahkan keluh dan kesahku melalui sujud dan zikir ku
Rasa rindu yang tak terobati sepi bisu bagai ditelan bumi
Tak ada satu pun yang terpatri di sini, tak tau apakah masih ada teriakkan kata PULANG…. PULANG…. PULANG
Dari cahaya yang telah lama menghilang
Hilang ke negeri seberang mencoba mencari peruntungan
Ku tak tau kapankah datang sosok cahaya yang telah menghilang dari pelupuk mata
Deringan yang selama ini ku nanti siang dan malam tak kunjung mengampiri
Detik demi detik berlalu dikelamkan sunyi
Hanya hembusan angin malam yang menemani
Kepada siar siur anginku sampaikan rasa rindu dan kehangatan dari sesosok yang telah lama pergi
Canda tawa tak pernah singgah lagi, suara lembutmu tak pernah terdengar lagi
Pelukan hangat yang setiap hari kudapati kini sulit tuk didekapi
Semenjak kau hilang dari pandangan, kehadiranmu sulit sangat tuk ku nanti
Cahaya yang menyejukkan hati menegarkan ku di setiap langkahku
Menenangkanku dalam setiap tetesan air mataku
Entah kapan kau ‘kan datang sang penerang hidupku
Jikalau malam gulita terbayang mengharap rona kan datang
Mendekapku pada kelamnya malam sembari menanti jumantara
Menatap bintang bersamamu bunda
Di langit berbeda kita menatapnya
Antara Papua dan Sumatra