Suarakampus.com– Kompetisi Ilmiah Nasional Mahasiswa Ushuluddin (KINMU) 2025 diselenggarakan secara daring oleh UIN Imam Bonjol Padang dan diikuti 450 mahasiswa dari tujuh PTKIN se-Indonesia. Ajang ini berlangsung sejak awal tahun dengan pelaksanaan lomba pada 20–23 Mei dan penutupan direncanakan secara luring di UIN Raden Fatah Palembang, Jumat (23/05).
Sekretaris KINMU, Subhan Ajrin Sudirman menyampaikan bahwa jumlah peserta meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya. “Tahun ini pesertanya mencapai 450 orang,” ujarnya.
Subhan menambahkan, peserta berasal dari tujuh PTKIN anggota Forum Ushuluddin. “Setiap kampus mengirimkan delegasi terbaiknya untuk berbagai cabang lomba,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa KINMU 2025 melombakan 34 cabang yang terbagi dalam tiga bidang utama. “Ada bidang ilmiah, seni, dan riset,” ucapnya.
Subhan merinci cabang yang paling diminati peserta meliputi MQK, MTQ, pidato tiga bahasa, desain poster, dan debat moderasi. “Itu cabang-cabang favorit tahun ini,” imbuhnya.
Panitia pelaksana dari UIN Imam Bonjol, Rahimatul Hafizah menyebutkan bahwa kampus tuan rumah mengirimkan 80 peserta. “Kami bangga antusiasme mahasiswa Ushuluddin sangat tinggi,” tuturnya.
Menurut Rahimatul, persiapan kegiatan dimulai sejak Januari dengan pembentukan panitia dan sosialisasi juknis. “Pendaftaran dibuka pada April hingga Mei,” jelasnya.
Ia mengatakan bahwa seluruh lomba dilakukan secara daring melalui pengumpulan karya video dan presentasi via Zoom. “Penilaian dilakukan oleh juri dari berbagai PTKIN sesuai juknis nasional,” ujarnya.
Rahimatul menambahkan bahwa tidak ada pungutan biaya pendaftaran dalam kegiatan ini. “Kami ingin kompetisi ini terbuka dan inklusif,” tegasnya.
Subhan menegaskan, KINMU bukan sekadar perlombaan melainkan ruang aktualisasi mahasiswa dalam isu sosial dan keumatan. “Kompetisi ini mendorong lahirnya karya ilmiah yang kreatif dan solutif,” pungkasnya. (asr)
Wartawan: Siti Ulami (Mg), Anisa Fitri Tara (Mg)