Oleh Ikhsan Nur Hidayat
(Mahasiswa Prodi Hukum Tata Negara, UIN Imam Bonjol Padang)
Pagi yang ditunggu-tunggu
Setelah penat bermalam indah itu
Mana yang kutunggu-tunggu itu?
Berapa lama lagi?
Penuh kesenangan mendapatkannya
Tak pejam mata melihat sudut demi sudut
Sungguh semangat mulut berekspresi lagi
Kabar baik apa yang kau dapat hari ini?
Tidak ada kabar baik hari ini
Hanyalah ketenangan dengan secarik koran ini
Hal yang sulit didapat hanya untuk seribu saat
Lalu apa yang kau lakukan lagi?
Seribu kali detak jam dinding
Secarik kertas lusuh itu mulai berhamburan
Sangat cepat waktu yang dipakai
Tak berharga lagi kah yang kau tunggu itu?
Hai manusia pemalas
Apa kau tidak menghargai lagi?
Sulit baginya mendapat
Lalu kau lenyapkan sesaat
Butuh berapa ribu saat kau tunggu?
Hanya dengan seribu waktu kau acuhkan
Sulit mencintai proses panjang itu kah?
Tidak ada lagi secarik kertas berkesan itu
Padang, 05 november 2023