Seiba Festival Internasional Ketiga Rayakan Keberagaman Budaya Nusantara

Peserta Seiba Festival Internasional ketiga mengenakan busana tradisional Nusantara di UIN Imam Bonjol Padang, Selasa (30/9/2025). Foto: Suarakampus/Panitia.

Suarakampus.com– Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang menggelar Seiba Festival Internasional ketiga dengan tema Diversity of Nusantara Culture yang menghadirkan penampilan seni dan tradisi dari mahasiswa lokal, luar daerah, serta luar negeri. Acara tahunan ini menjadi ajang silaturahmi budaya sekaligus wadah pelestarian kekayaan tradisi Nusantara, Selasa (30/09).

Ketua Panitia Syarif Alqulubi menjelaskan, pemilihan tema sejalan dengan salah satu dari tiga visi kampus yaitu revelation, knowledge, dan culture. “Seibafest Internasional kali ini termasuk poin ketiga yaitu culture,” ungkapnya.

Syarif menegaskan, keberagaman budaya Nusantara merupakan kekayaan yang patut dirawat dan diwariskan kepada generasi mendatang. “Event ini bukan sekadar hiburan, di sini kita belajar menghargai perbedaan,” tambahnya.

Syarif berharap, mahasiswa dapat menjadi agen pelestari budaya sekaligus penghubung antara lokalitas dengan dunia internasional. “Harapannya mahasiswa dapat menjadi agen pelestari budaya sekaligus penghubung antara lokalitas dengan dunia internasional,” jelasnya.

Festival menampilkan berbagai pertunjukan mulai dari tari tradisional, musik daerah, hingga pameran kebudayaan dari berbagai penjuru Nusantara. Sejumlah mahasiswa internasional turut memeriahkan acara dengan memperkenalkan budaya khas negara mereka masing-masing.

mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta  Ridho Egi Adi Saputra, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan festival yang mampu menghadirkan nuansa kebersamaan. “Acaranya sangat luar biasa karena tidak hanya memperlihatkan budaya dari Sumatera Barat tapi juga dari berbagai daerah,” ujarnya.

Peserta asal Surakarta itu menilai, festival menjadi bukti kampus Islam tidak hanya fokus pada akademik tetapi juga mampu mengakomodasi ekspresi budaya. “Ini menjadi pengalaman berharga bagi saya,” tambahnya.

Ridho mengapresiasi, adanya ruang pertukaran budaya yang mempererat ukhuwah antar mahasiswa dari berbagai latar belakang. “Seibafest perlu terus dikembangkan agar semakin banyak mahasiswa bisa merasakan manfaatnya,” jelasnya.

Mahasiswa asal Surakarta itu berharap, Seibafest terus dikembangkan agar manfaatnya lebih luas. “Semakin banyak mahasiswa lokal maupun internasional bisa terlibat di dalamnya,” tutupnya. (ver)

Wartawan: Ghalib Hanip, Nadia Defri Andra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Sudah Tahun 2025, Perpeloncoan Berkedok Perkaderan Masih Membayangi Mahasiswa Baru

Next Post

Ormawa Kritisi Pembatasan Jam Malam Student Center

Related Posts