Suasana Meriah SEIBA Internasional UIN Imam Bonjol Padang

Suasana pembukaan Seiba Internasional Festival. Sumber: Annisa.

Suarakampus.com– Sekitar pukul 09.00 WIB, peserta SEAIBA International Festival mulai memadati Gedung J UIN Imam Bonjol Padang, Selasa (7/7). Kegiatan ini diikuti oleh 38 institusi keagamaan, yang terdiri atas 23 perguruan tinggi keagamaan negeri (PTKN), 9 perguruan tinggi keagamaan Islam swasta (PTKIS), serta dihadiri delegasi dari tiga negara. Salah satu slogan yang menggema dari para peserta ialah, “Kami datang, kami menang, dan kami senang.”

Kegiatan ini dihadir oleh:
– Dirjen pendis suyitno yang telah membuka seibafest.
-Rektor Martin dan seluruh civitas akademika UIN IB padang
-Ketua Senat UIN IB Awis Karni dan anggota senat
-Rektor Perguruan Tinggi Islam Negeri dan Swasta
-Ketua panitia pelaksana Subhan Ajrin

Para delegasi dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara memasuki Gedung J dengan mengenakan beragam kostum khas yang mencerminkan identitas budaya masing-masing. Setiap delegasi juga membawa spanduk serta menampilkan slogan kampusnya saat memasuki arena acara.

Dengan berjalan di atas karpet merah yang telah disediakan menuju panggung utama, para peserta tampil secara bergantian. Sesampainya di atas panggung, setiap delegasi dipanggil untuk berfoto bersama sebagai bagian dari rangkaian seremoni pembukaan. Momen tersebut berlangsung tertib dan mendapat sambutan meriah dari para tamu undangan dan peserta.

Suasana pembukaan semakin semarak dengan tata cahaya berwarna-warni yang menghiasi ruangan. Layar LED berukuran besar dipasang di bagian depan dan belakang gedung, sementara layar tambahan di sisi kiri dan kanan ruangan memudahkan seluruh peserta menyaksikan jalannya acara.

Memasuki pukul 09.44 WIB, permainan cahaya kembali menghiasi panggung. Perlahan, layar utama menampilkan tulisan “SEAIBA International Festival” yang disambut penampilan tari pembuka oleh enam penari. Setelah itu, penampilan dilanjutkan dengan lagu Lancang Kuning yang diiringi penari latar mengenakan busana hijau dengan rok berwarna kuning keemasan. Berbagai pertunjukan tari dan musik tradisional ditampilkan secara bergantian sehingga menambah semarak suasana festival.

Menariknya, pertunjukan kicau mania juga menjadi salah satu bagian dari rangkaian acara. Penampilan tersebut berhasil menarik perhatian para peserta dan tamu undangan. Sorotan lampu yang berkelap-kelip diiringi lampu berwarna merah kuning ungu merah putih cream putih yang mengiringi para pengisi acara saat meninggalkan panggung dan disambut tepuk tangan meriah dari seluruh penonton.

Rangkaian pembukaan SEIBA International Festival ditutup dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan Mars Mahasiswa, sebagai simbol semangat persatuan, kebangsaan, dan kolaborasi antarinstitusi dalam forum internasional tersebut. (Fau)

Wartawan: Annisa Fitri Tara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Pengakuan Masyarakat Hukum Adat Jadi Sorotan dalam Diskusi Publik Voice #17 HUMA

Next Post

Kisah Nyai Ageng Serang Ditampilkan di Seiba Festival 2026

Related Posts