Wacana kkn moderasi beragama: uin imam bonjol padang akan siapkan mahasiswa sebagai peserta

Mufti Ulil Amri dari LP2M UIN IB Padang sampaikan rencana pengiriman mahasiswa untuk KKN Moderasi Beragama yang diinisiasi Kemenag RI. (Sumber:Elsa Mayora/suarakampus.com)

Suarakampus.com- UIN Imam Bonjol Padang kembali mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Moderasi Beragama. Program ini merupakan inisiasi dari Kementerian Agama (kemenag) Republik Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Imam Bonjol Padang pada Sabtu, (31/5).

Program tahunan khusus Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) ini bertujuan menyebarluaskan nilai-nilai keberagaman di tengah perbedaan masyarakat Indonesia.

Panitia pelaksana, Mufti Ulil Amri menjelaskan, persyaratan KKN Moderasi Beragama sama dengan KKN reguler, namun calon peserta harus melalui tahap tes tambahan di luar kompetensi akademik.

“Dari hasil tes tersebut akan ditentukan mahasiswa yang akan diutus untuk KKN Moderasi Beragama,” kata Mufti.

Untuk jumlah mahasiswa yang akan mengikuti KKN Moderasi agama masih dalam peninjauan. Namun, jika lokasi penempatan dapat dijangkau dengan sekali penerbangan, jumlah peserta bisa bertambah seperti tahun sebelumnya.

Mufti mengungkapkan bahwa KKN Moderasi Beragama tahun ini hanya diikuti PTKIN yang memiliki anggaran memadai. “Mahasiswa terpilih akan mendapat dukungan transportasi pulang-pergi dari pihak kampus,” jelasnya.

Meski demikian, program ini masih dalam tahap perencanaan dan menunggu keputusan final dari Kemenag pusat. Petunjuk teknis pelaksanaan juga belum diterbitkan secara resmi.

Mufti berharap, KKN Moderasi Beragama tetap terlaksana tahun ini mengingat manfaat besar bagi mahasiswa. “Mahasiswa dapat belajar lintas agama, memperoleh wawasan keagamaan langsung, serta pemahaman geografis yang luas terhadap Indonesia,” tutupnya. (Lya)

Wartawan: Elsa Mayora

Catatan Redaksi:

Berita ini diterbitkan pada Sabtu (31/5) pukul 15:01 WIB dan direvisi pada pukul 20:40 WIB. Berita direvisi oleh redaktur pada bagian judul dan isi karena adanya kesalahan pembuatan judul dan kekurangan isi berita. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Menelusuri Warisan Sejarah Kota Padang di Galeri Arsip Statis Balaikota Lama

Next Post

Aku yang Tersisa

Related Posts