Suarakampus.com– Kegiatan Teaching Media and Materials Exhibition bertema Innovative English Learning Tools for 21st Century digelar di Gedung Serbaguna UIN Imam Bonjol Padang. Pameran ini menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menyebarkan nilai-nilai kebenaran melalui media yang inovatif dan strategis, Kamis (03/07).
Wakil Dekan III Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Sermal mengatakan, kegiatan tersebut menjadi refleksi atas kebutuhan kolaborasi lintas bidang. “Kita harus tukar pengelolaan darah masyarakat Indonesia ini dengan pengetahuan,” ujarnya.
Sermal menjelaskan, literasi mahasiswa, khususnya dalam menulis dan berbahasa asing, harus ditingkatkan. “Mahasiswa masih enggan menulis, apalagi dalam bahasa Inggris, Arab, atau Jawa,” katanya.
Wakil Dekan III tersebut menilai keterampilan literasi penting untuk menjawab tantangan global dan mempublikasikan gagasan ke ranah internasional. “Kemampuan ini sangat penting untuk masa depan,” sambungnya.
Pejabat kampus itu juga menyebut mayoritas masyarakat kini berasal dari generasi muda, sehingga pendekatan harus inklusif dan relevan. “Kolaborasi adalah kunci, kita harus bergerak dalam satu arah,” tegasnya.
Sermal menambahkan, kegiatan ini menyoroti pentingnya edukasi, pemberdayaan informasi, dan pengembangan masyarakat. “Saya berharap UIN Imam Bonjol menjadi pusat inovasi akademik dan sosial,” jelasnya.
Penyelenggara acara, Chanti Diananseri menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari program Narasi Membangun Harapan (NMH). “Kami menekankan pentingnya kolaborasi antara kampus dan sekolah,” ujarnya.
Chanti menjelaskan, pendidikan harus inklusif dan dapat diakses seluruh kalangan, termasuk ibu rumah tangga dan siswa SMK. “Kampus dan sekolah harus jadi mitra menjawab tantangan pendidikan,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa pembinaan calon guru harus diarahkan agar siap masuk ke dunia industri pendidikan. “Sekolah yang melatih calon guru akan menjadi mitra strategis dalam praktik lapangan,” tuturnya.
Chanti berharap pendidikan dapat menjadi ruang terbuka bagi siapa saja, tanpa batas latar belakang atau status sosial. “Kami ingin calon pendidik dari NMH berkontribusi langsung di sekolah maupun industri,” tutupnya. (ver)
Wartawan: Harvizaq Rafkhi