Suarakampus.com- Pelantikan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di lingkungan UIN IB yang digelar pada masa libur perkuliahan, Rabu (11/02), berhasil berjalan secara prosedural. Namun di balik kelancaran acara, muncul persoalan mendasar: efektivitas pelantikan di tengah ketidakhadiran sebagian besar anggota dan minimnya sosialisasi yang matang.
Setidaknya tiga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ditemui wartawan Suarakampus.com mengakui adanya kendala koordinasi akibat waktu pelaksanaan yang bersinggungan dengan masa libur. Sejumlah anggota bahkan harus rela datang dari luar pulau demi mengikuti seremoni yang hanya berlangsung beberapa jam.
Ketua UKM Musik, Rahmat Irsal, mengakui pelantikan bertepatan dengan masa libur sehingga sebagian anggota pulang kampung. “Kami mengikuti seluruh prosedur yang ditetapkan kampus, jadi tidak ada kendala berarti,” katanya.
Ia menjelaskan informasi pelantikan telah disampaikan melalui surat kepada masing-masing ketua umum. Menurutnya, percepatan pelantikan diperlukan agar roda organisasi segera berjalan menjelang Ramadan. “Harapannya, pelantikan berjalan lancar dan ke depan hubungan antaranggota semakin akrab serta organisasi lebih kondusif,” ujarnya.
Namun, persoalan waktu dinilai menjadi tantangan bagi beberapa UKM. Anggota UKM Baitul Qur’an, Yazid Maulana, mengatakan pemberitahuan pelantikan baru diterima pada 10 Februari 2026. “Karena anggotanya sudah banyak yang di Padang, walaupun infonya baru dikasih, jadinya anggota tidak ada yang terkendala,” katanya.
Meski demikian, pelaksanaan saat libur dinilai berisiko menurunkan partisipasi jika tidak diantisipasi dengan perencanaan yang matang.
Gibran dari UKM Bengkel Kata menyebut penentuan tanggal masih kurang ideal karena jauh dari awal perkuliahan. “Banyak mahasiswa yang masih berada di luar daerah, bahkan ada teman saya yang rela datang dari luar pulau demi mengikuti pelantikan,” ujarnya.
Ia menilai pelantikan sebaiknya dilakukan di awal perkuliahan agar tidak terjadi kekosongan kepengurusan sekaligus memudahkan kehadiran anggota. “Dengan begitu, mahasiswa bisa lebih mudah hadir dan perkuliahan juga dapat dimulai dengan lebih terstruktur,” katanya.
Dari total 48 anggota UKM Bengkel Kata, minimal 50 persen dipastikan hadir setelah pengecekan dua minggu sebelumnya. Gibran menyebut informasi pembentukan ormawa telah diterima sejak pertengahan Januari.
Sementara itu, enam ormawa belum dilantik karena dinilai kurang disiplin dalam mempersiapkan administrasi dan persyaratan. Pelantikan susulan akan menyesuaikan kesiapan masing-masing ormawa dan ditargetkan paling lambat pada tanggal 24 dengan mekanisme yang sama.
Pelantikan di masa libur ini menunjukkan dilema antara percepatan program kerja dan kesiapan teknis di lapangan. Jika tidak dievaluasi, pola serupa berpotensi berulang dan berdampak pada partisipasi serta efektivitas awal kepengurusan ormawa. (Nda)
Wartawan : Anisa Fitri Tara, Jihan Dwi Rahayu