Suarakampus.com- Tubuh membutuhkan asupan yang seimbang selama berpuasa, apalagi di masa pandemi covid-19 yang masih berlangsung saat ini. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Sumatra Barat (Sumbar), Arry Yuswandi saat webinar yang diadakan Komunitas Senam Nusantara (KSN) Sumbar melalui Zoom Meeting dan Live on Facebook.
Arry mengatakan dianjurkan untuk berbuka puasa dengan buah kurma, kalau tidak ada dengan air putih. “Bukan dengan air yang manis-manis seperti teh, apalagi kopi atau cola,” terangnya.
Selain itu, perlu juga untuk menjaga pola makan dan istirahat yang cukup. “Hindari mengkonsumsi makanan dan minuman yang manis dan berlemak secara berlebihan, serta usahakan tidak berbuka di luar untuk menghindari kerumunan,” jelas Arry.
Arry memaparkan terdapat sepuluh pedoman gizi seimbang untuk menjaga tubuh tetap sehat, di antaranya membiasakan sarapan pagi, minum air putih yang cukup, dan banyak makan sayur dan buah. “Selain itu, biasakan membaca label pada kemasan makanan, syukuri dan nikmati makanan yang ada, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir,” jelasnya.
Lanjutnya, pedoman lainnya dilakukan dengan banyak mengonsumsi lauk pauk yang berprotein tinggi, melakukan aktivitas fisik dan mempertahankan berat badan ideal. “Batasi panganan yang manis, asin dan berlemak, serta biasakan mengonsumsi aneka ragam makanan pokok,” sambungnya.
Arry menuturkan hasil penelitian terhadap puasa di bulan Ramadan dan membantah stigma masyarakat yang selama ini beranggapan puasa tidak merugikan. “Menurut riset yang dilakukan oleh para ahli, puasa di bulan Ramadan tidak merubah parameter imunologi pasien asma,” terangnya.
Arry berpesan agar puasa berjalan dengan baik di masa pandemi covid-19, seseorang harus menerapkan pola hidup yang sehat. “Bagi ibu hamil dan menyusui harus senantiasa berkonsultasi kepada dokter, serta bagi yang mengidap penyakit tidak menular menetapkan dalam hati bahwa berpuasa itu berguna bagi perbaikan kesehatan,” tutupnya. (rta)
Wartawan: Tantri Huraini Zakia (Mg), Randa Bima Asra (Mg)