UKM Menwa UIN IB Lakukan Perlombaan Lempar Pisau

Kegiatan lempar pisau se-Sumatra yang dilaksanakan oleh UKM Menwa UIN Imam Bonjol Padang. (Foto: Jamil/suarakampus.com)

Suarakampus.com-Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Resimen Mahasiswa (Menwa) UIN Imam Bonjol Padang, selenggarakan lomba lempar pisau se-Sumatra. Kegiatan tersebut berlangsung di lapangan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA).

Ketua Panitia Muhammad Farhan mengatakan, perlombaan tersebut dilaksanakan agar Menwa tidak hanya memiliki kegiatan yang berkaitan dengan kampus, tapi juga bisa melakukan kegiatan lainnya yang bermanfaat. “Menwa tidak hanya bergerak ketika ada acara kampus saja, tapi kegiatan perlombaan tersebut juga bisa dilakukan oleh Menwa,” katanya, Sabtu (26/11).

Lanjutnya, persiapan acara lempar pisau itu terkendala dana lantaran, proposal kegiatan yang lama cairannya. “Dana yang didapat dalam kegiatan ini terbatas, dan pesertanya juga tidak semuanya hadir dengan berbagai alasan,” ujarnya.

“Hanya yang ikut lomba ini ada sekitaran 50 peserta namun, berbagai alasan mereka tidak bisa hadir dalam acara,” tambahnya.

Kemudian, kata dia panitia juga telah menyediakan peralatan lomba jika peserta tidak memiliki peralatannya secara pribadi. “Kami telah memberikan informasi sebelumnya kepada peserta untuk membawa peralatan lombanya, tapi kami panitia juga memfasilitasinya,” jelasnya.

Farhan menyampaikan, perlombaan ini akan menjadi acara tahunan Menwa, agar perlombaan lempar pisau dapat lebih berkembang dan bisa terdaftar di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). “Semoga ke depannya kegiatan ini lebih banyak lagi yang ikut, dan bisa terdaftar pada ajang yang bergengsi seperti KONI,” harapnya.

Ia menyebutkan, kegiatan tersebut diikuti oleh kontingen dari Kabupaten Dharmasraya, Bengkulu, Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi, Kota Padang, Riau, dan Jambi.

Refan juga menyampaikan bahwa, olahraga lempar pisau merupakan olahraga baru walaupun begitu, olahraga tersebut sudah dapat menarik minat masyarakat. “Olahraga yang terbilang baru ini sudah banyak peminatnya baik ditingkat Sumatra maupun Nasional,” tuturnya.

Refan menerangkan manfaat dari mempelajari olahraga lempar pisau di antaranya adalah, untuk membangkitkan gairah dan semangat pemuda agar, dapat berpikir positif dan mendoktrin remaja bahwa pisau bukan untuk kekerasan. “Selain fungsi positifnya di dapur, pisau itu juga bisa digunakan untuk olahraga,” sampainya.

Ia berharap, agar perlombaan lempar pisau bisa masuk pada salah satu kategori lomba di Pekan Olahraga Nasional (PON) dan diterima oleh masyarakat. “Semoga mindset generasi muda bisa berubah, bahwa pisau itu senjata yang ditakutkan.” tutupnya. (ndn)

Wartawan: Ummi Nadia (Mg), Nadhira Syauqi (Mg), Asri Jamil (Mg)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Penyebab Kasus Kekerasan Seksual di Kampus, Direktur Nurani Perempuan: Pikiran Pelaku Kotor

Next Post

Kontingen Dharmasraya Taufik Hidayat Sukses Duduki Peringkat Pertama pada Perlombaan Lempar Pisau

Related Posts
Total
0
Share