Suarakampus.com- Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Yasrul Huda mengatakan kalkulasi jumlah Uang Kuliah Tunggal (UKT) Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang berdasarkan akreditasi dan pilihan Program Studi (Prodi) setiap Fakultas. Selain itu, pengisian data awal juga menjadi faktor besaran UKT setiap mahasiswa.
Lanjutnya, kuantitas UKT masing-masing mahasiswa ditetapkan oleh pihak kampus sesuai dengan hasil wawancara dan pendataan. “Untuk penetapan UKT, kita mempertimbangkan banyak hal dan ketentuan masing-masingnya berbeda,” ujarnya saat diwawancarai oleh tim suarakampus.com, Selasa (31/05).
Yasrul Huda memaparkan komposisi UKT terbagi sebanyak tujuh tingkatan dan setiap Prodi memperoleh UKT yang berbeda. Katanya, masing-masing mahasiswa tidak mungkin berada ditingkat yang sama karena perolehannya didasari oleh akreditsi dan jumlah peminat dalam Prodi.
“Besarnya UKT tergantung akreditasi dan banyaknya peminat setiap Prodi tersebut,” tuturnya.
Kemudian, Yasrul Huda menjelaskan besaran UKT terendah sebesar Rp. 400.000 dan tertinggi sebanyak Rp. 3.600.000 yang sebagian besar dari Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Prodi Matematika dan Sistem Informasi (SI). Ia juga menyebut, persentase tingkatan pembayaran UKT tergantung pada pengisian data mahasiswa.
“Dari data yang kami peroleh, UKT tingkat satu sekitar 5% dari jumlah mahasiswa, tingkat tujuh 20% dan yang paling tinggi adalah UKT tingkat enam yakni 50% dengan kisaran Rp. 2.800.000 dari keseluruhan mahasiswa,” ucap WR I yang akrab disapa Udo itu.
Kendati demikian, Yasrul Huda menuturkan mahasiswa dengan jalur SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN memperoleh tingkat UKT yang lebih rendah dari jalur SPMBM. “Mahasiswa yang masuk jalur ujian mandiri cenderung memperoleh UKT yang lebih tinggi,” terangnya.
Selain itu, ia juga mengatakan UKT di UIN Imam Bonjol Padang termasuk golongan yang rendah. Menurutnya, besaran UKT bisa dikatakan tinggi sesuai perbandingan seluruh kampus di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia.
“Saat ini, belum bisa kita katakan tinggi karena dengan universitas mana besarannya kita bandingkan,” tutupnya. (hry)
Wartawan: Tsalsabilla (Mg), Rolla Purnama Sari (Mg), Kholilah Tri Julianda (Mg)