Mahasiswa FTK Soroti Minimnya Buku Baru di Perpustakaan Kampus 2

Mahasiswi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang sedang mencari referensi di Perpustakaan Kampus II, Rabu (05/06/2025). Foto: Raihani Salsabilla/Suarakampus.com

Suarakampus.com– Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang menyuarakan kritik dan harapan terhadap kelengkapan koleksi buku di Perpustakaan Kampus II yang dinilai belum memenuhi kebutuhan akademik secara optimal. Mereka meminta adanya penambahan literatur terbaru dan akses digital, Rabu (11/06).

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Khairunnisa Sakinah mengatakan, koleksi buku pendidikan dan keislaman di perpustakaan tergolong lengkap. “Banyak buku wajib dosen tersedia,” katanya.

Khairunnisa menambahkan, ia merasa terbantu dengan koleksi buku mata kuliah inti seperti pedagogi dan manajemen pendidikan Islam. “Buku-buku itu sangat menunjang perkuliahan,” tuturnya.

Menurutnya, keberadaan karya ilmiah mahasiswa seperti skripsi juga sangat membantu proses belajar. “Saya bisa belajar metode penelitian dari skripsi-skripsi yang ada,” ujarnya.

Mahasiswi semester dua itu juga menilai ruang khusus penyimpanan skripsi sangat bermanfaat. “Ruang itu mendorong saya mempersiapkan diri sejak awal,” katanya.

Khairunnisa menyebut perpustakaan juga memiliki literatur berbahasa Arab dan Inggris meskipun jumlahnya terbatas. “Koleksi buku asing masih minim,” ungkapnya.

Ia ingin pihak perpustakaan menambah buku terbitan terbaru dalam berbagai bahasa. “Literatur asing perlu ditambah agar mendukung studi,” sarannya.

Mahasiswi Program Studi Tadris Bahasa Inggris, Citra, menilai koleksi perpustakaan belum memadai untuk kebutuhannya. “Sering kali buku yang saya cari tidak ada,” keluhnya.

Hal serupa dirasakan Nadya, mahasiswa program studi yang sama, yang mengaku kesulitan mencari literatur pendidikan dalam bahasa Inggris. “Buku pendidikan sangat minim,” ujarnya.

Menurut Nadya, penambahan koleksi buku khususnya dalam bahasa asing perlu menjadi prioritas. “Apalagi untuk referensi tugas-tugas kuliah,” tambahnya.

Mahasiswa Program Studi Tadris Fisika, Okta Farhan Syahendra, mengeluhkan penataan buku yang tidak sesuai kategori. “Buku fisika sulit ditemukan,” katanya.

Okta juga menyoroti kurangnya jumlah buku sesuai mata kuliah program studinya. “Banyak buku fisika yang belum tersedia,” ucapnya.

Mahasiswa Tadris Matematika, Muhammad Iqbal, menyatakan bahwa koleksi buku baru hampir tidak pernah terlihat. “Buku baru sangat jarang ditemukan,” ujarnya.

Iqbal menambahkan bahwa buku-buku lama banyak dalam kondisi rusak seperti sampul hilang dan halaman sobek. “Beberapa buku juga penuh coretan,” ungkapnya.

Ia menyarankan agar perpustakaan tidak hanya mengandalkan buku-buku usang. “Perlu ada referensi mutakhir yang layak dibaca,” tutupnya. (ver)

Wartawan: Raihani Salsabilla (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Aku Menulis Karena Kampus ini Rumah Saya Juga

Next Post

Second Account Jadi Ruang Privat Mahasiswa UIN IB

Related Posts