Panggung Rakyat Jadi Ajang Kritik dan Edukasi bagi Generasi Muda

Penyampaian orasi dalam Panggung Rakyat (sumber : Fauziah Maharatih Wahyuni)

Suarakampus.com – Puluhan massa yang didominasi anak muda, berkumpul di Tugu Gempa Padang, dalam acara Panggung Rakyat untuk memperingati Hari Anti Penyiksaan Internasional dan menyambut Hari Bhayangkara. Aksi yang diisi dengan orasi, puisi, dan pertunjukan seni ini, menjadi ruang kritik dan edukasi bagi generasi muda yang peduli terhadap isu kekerasan dan ketidakadilan, Sabtu (28/06).

Salah satu pengunjung, Mikel Agusto, mengaku hadir untuk melihat bagaimana kesadaran publik, terhadap dunia politik dan pendidikan, melalui orasi dan puisi. “Saya datang untuk melihat seberapa jauh perkembangan kita terhadap ranah politik dan pendidikan,” katanya.

Ia menuturkan, acara seperti ini penting untuk membangkitkan semangat tokoh pergerakan Minangkabau. “Saya senang, karena menjadi pengingat terhadap pemikiran tokoh seperti Buya Hamka dan Tan Malaka,” ujarnya.

Ia berharap, ke depannya kegiatan ini dapat dirancang lebih berbasis pengetahuan dan membangun kecerdasan anak muda Minang. “Akan lebih indah kalau disusun dengan ilmu dan gerakan yang membangun intelektual anak-anak bumi Minang,” jelasnya.

Pengunjung lain, Novrialdi, menilai Panggung Rakyat sebagai kegiatan yang sangat positif, terutama di tengah maraknya kasus penyiksaan di Sumbar. “Kegiatan ini penting supaya anak muda tahu dampak buruk penyiksaan terhadap masyarakat sekitar,” ucapnya.

Ia menjelaskan, bahwa berawal dari ajakan teman hingga menjadi agenda rutin kerena suasana dan isinya menyenangkan. “Walau datang sendiri, saya tetap senang karena bisa menambah ilmu dan teman,” tambahnya.

Diakhir, ia berharap, Panggung Rakyat bisa menjadi saluran suara mahasiswa dan terus dilaksanakan secara rutin. “Semoga lewat acara ini suara mahasiswa bisa tersampaikan dan penyiksaan bisa diminimalisir,” tutupnya. (Red)

Wartawan: Fauziah Maharatih Wahyuni (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Perihnya Harapan

Next Post

Sistem Seleksi KKN Moderasi Beragama UIN Imam Bonjol: Cacat Transparansi, Cacat Objektivitas

Related Posts