Suarakampus.com- Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang berhasil meraih medali emas dan penghargaan Best Poster Presentation dalam kompetisi internasional melalui konsep wisata berbasis budaya Minangkabau bernama Rangking Hostel. Inovasi ini menawarkan penginapan nyaman yang sekaligus mengenalkan kekayaan budaya lokal, Selasa (29/7).
Peraih medali emas, Muhammad Taufiq menyampaikan, Rangkiang Hostel mengusung desain Rumah Gadang dengan interior khas Minang serta berbagai aktivitas budaya.“Juga menyediakan workshop tari, kuliner tradisional, kerajinan lokal, hingga wisata edukatif ke kebun teh dan agrowisata,” jelasnya.
Ia menyebutkan, hostel tersebut tidak hanya menyasar pelajar, backpackerbackpacker, dan keluarga muda, tetapi juga melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaannya. “Kami bermitra dengan UMKM agar bisa memperkuat ekonomi daerah,” katanya.
Taufiq menjelaskan, inovasi yang ditawarkan adalah penginapan berkonsep budaya Minangkabau dalam bentuk hostel yang juga menyediakan aktivitas budaya bagi tamu. “Kami juga menggandeng UMKM lokal dan warga sekitar dalam operasional,” ungkapnya.
Ia menuturkan, desain poster yang dibuat mencerminkan nuansa budaya Minangkabau melalui ilustrasi Rumah Gadang, ornamen etnik, serta warna-warna hangat khas tradisional. “Poster juga menampilkan slogan Singgah Sabanta, Nyaman Sakaba sebagai penguat pesan inti bahwa ini bukan sekadar penginapan, tapi juga pengalaman budaya,” tuturnya.
Ia melanjutkan, juri dan audiens memberikan tanggapan sangat positif terhadap konsep Rangkiang Hostel karena dinilai unik dan relevan. “Terutama dalam mengangkat budaya lokal dalam bentuk yang aplikatif,” ujarnya.
Taufiq mengungkapkan bahwa dalam kategori bussiness plan, juri menilai idenya kuat secara analisis dan berdampak sosial, serta memiliki model usaha yang realistis dan proyeksi keuangan yang matang. “Hal inilah yang menjadi alasan kami bisa meraih gold medal sekaligus best poster presentation,” ucapnya.
Taufiq menilai, mahasiswa UIN IB Padang bisa aktif berkontribusi melalui konsep wisata yang berlandaskan nilai Islam dan kearifan lokal.“Lewat ide kreatif, riset, dan keterlibatan langsung dengan masyarakat, kita bisa wujudkan wisata yang edukatif dan berdampak,” ucapnya.
Ia menyatakan, tantangan terbesarnya adalah menyelaraskan konsep pariwisata dengan nilai-nilai Islam, agar inovasi yang ditawarkan tetap menarik secara ekonomi dan budaya tanpa mengabaikan prinsip syariah. “Selain itu, kami juga dituntut menghadirkan solusi yang beretika dan berdampak positif bagi masyarakat,” katanya.
Taufiq menambahkan, karya ini sangat berpotensi untuk dikembangkan karena menggabungkan penginapan dengan pengalaman budaya lokal secara unik dan relevan. “Secara bisnis juga realistis dan bisa berdampak langsung ke masyarakat sekitar,” tambahnya.
Ia juga berpesan, agar mahasiswa tidak takut memulai dari hal kecil yang dekat dengan lingkungan sekitar. “Manfaatkan ilmu yang kita pelajari di kampus, lalu padukan dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (Lya)
Wartawan : Latifah Rabbaniah, Harvizaq Rafkhi
lanjutkan dan berikan yang terbaik untuk negeri ini