Suarakampus.com– Menjelang dimulainya perkuliahan semester genap Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang pada Februari 2026, kesiapan mahasiswa untuk kembali mengikuti perkuliahan tatap muka mulai terlihat. Namun, di balik persiapan tersebut, masih tersimpan kekhawatiran terkait kondisi kampus dan lingkungan sekitar pascabencana yang terjadi di penghujung tahun lalu, Jumat (16/01).
Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah, Muhammad Afandi Fikri, mengungkapkan telah mempersiapkan diri secara total untuk kembali ke bangku kuliah. “Tidak hanya soal perlengkapan, tetapi juga kondisi fisik dan mental,” ungkapnya.
Afandi juga menuturkan, akan kembali ke Padang dalam waktu dekat. “Guna memastikan seluruh persiapan berjalan lancar,” tutur Afandi kepada wartawan suarakampus.com.
Menurutnya, mahasiswa butuh penyesuaian proses pembelajaran tatap muka kembali. “Akhir tahun kemarin pembelajaran sempat dialihkan dengan metode online,” katanya.
Mahasiswa Perbankan Syariah ini berharap agar semua pihak tetap waspada. “Dengan kesiapan bersama, aktivitas kampus tetap bisa berjalan aman,” pungkasnya menutup wawancara.
Afandi menambahkan, tidak ada kekhawatiran adaptasi dalam perkuliahan. “Karena sudah melewati beberapa semester,” katanya.
Senada dengan hal tersebut, mahasiswi Program Studi Studi Agama-Agama (SAA), Suci Janua Saputri, menyebut persiapannya mencapai 70 persen. “Persiapan alat tulis dan kebutuhan kuliah lainnya sudah mulai diangsur,” kata mahasiswa SAA ini.
Suci mengatakan, akan kembali ke Padang pada dua hari sebelum perkuliahan dimulai. “Saya rencanakan pada tanggal 21 Februari 2026,” ujarnya.
Kendati demikian, Suci memaparkan kewaspadaan harus selalu ada jika cuaca ekstrem. “Kalau cuaca membaik, saya tidak terlalu khawatir,” ujarnya dengan senyuman.
Ia berharap, agar pihak kampus melakukan langkah antisipatif demi kenyaman kuliah tatap muka. “Semoga kampus siap melakukan penanggulangan jika terjadi bencana,” tutupnya.
Mahasiswa lainnya, Ikhsan Maulana Akbar, memaparkan persiapannya mencapai 50%. “Saya fokus melakukan tinjauan ulang pada materi perkuliahan yang telah dipelajari sebelumnya,” paparnya.
Menurutnya, penyesuaian pembelajaran tatap muka sangat dibutuhkan. “Transisi ke luring tentu sangat dirasakan mahasiswa,” ujar mahasiswa yang akrab di panggil Ikhsan ini.
Meskipun begitu, Ikhsan mengaku khawatir akan keselamatan dan transportasi. “Saya berharap perkuliahan luring dapat berjalan lancar dan efektif,” tutupnya tegas. (Fau)
Wartawan : Zahra Mustika
Mahasiswa UIN IB Bersiap Hadapi Perkuliahan Genap di Tengah Kekhawatiran Pascabencana