Suarakampus.com– Jalan penghubung masyarakat Korong Hilalang Gadang dan Korong Pasa Dama mengalami kerusakan parah sejak lima tahun lalu. Menurut warga, hingga kini kerusakan jalan belum mendapat penanganan serius dari pemerintah, sehingga aktivitas pendidikan, ekonomi, dan kebutuhan masyarakat terganggu. Senin (19/01).
Wali Korong Hilalang Gadang, Lizatania, mengungkapkan kerusakan jalan terjadi sebab struktur badan jalan yang tidak diperkuat dengan beton. “Curah hujan yang tinggi juga menjadi penyebab,” ungkap Wali Korong ini.
Dalam wawancara yang berlangsung, Lizatania juga mengatakan sudah melaporkan kerusakan jalan ke Pemerintah Kabupaten. “Berdasarkan tanggapan yang diterima, jalan ini bukan jalan kabupaten, melainkan berstatus jalan provinsi,” jelasnya.
Menurut Lizatania, kondisi jalan yang rusak berdampak serius. “Saat hujan turun, jalan kerap tidak dapat dilalui sehingga anak-anak terpaksa tidak masuk sekolah,” tuturnya kepada wartawan suarakampus.com.
Wali Korong tersebut menyebutkan, keluhan masyarakat sudah disampaikan. “Namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut yang jelas,” sebutnya dalam wawancara.
Wali korong berharap agar kerusakan bisa segera ditindaklanjuti. “Karena merupakan akses utama masyarakat serta jalur terdekat bagi anak-anak menuju sekolah,” pungkasnya diakhir wawancara.
Warga setempat, Jumaidi mengatakan ketika hujan turun, jalan secara total tidak bisa dilewati. “Anak-anak terpaksa libur, dan petani kesulitan membawa hasil sawah,” ujarnya dengan wajah pilu.
Menurut Jumaidi, kerusakan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. “Jalan yang berlubang, curam, dan licin memaksa warga menempuh jalur yang lebih jauh,” tuturnya kepada suarakampus.com.
Melanjutkan jawabannya, Jumaidi menegaskan kondisi jalan membahayakan keselamatan pengguna. “Kami selalu waspada dan cemas saat melewati jalan ini,” tutupnya.
Warga lainnya, Siti menyebut kecelakaan sering terjadi disekitar jalanan. “Kecelakaan pernah menimpa seorang guru yang hendak mengajar,” sebutnya.
Menurut Siti, jalanan lebih susah diakses saat musim hujan. “Longsor sering terjadi dan akses jalanan terputus total,” kata Siti.
Siti berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen. “Kami butuh kemudahan dalam beraktivitas,” ujarnya menutup wawancara. (Rar)
Wartawan: Lina Indriani (Mg)