Diskusi LBH Ungkap Peningkatan Kesadaran Masyarakat

Sumber : Fauzan/ Suarakampus

Suarakampus.com- Kesadaran masyarakat terhadap dampak pembangunan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya alam dinilai semakin meningkat di berbagai daerah Sumatera Barat. Hal ini terlihat dari peningkatan signifikan masyarakat dalam mempertanyakan dampak lingkungan proyek yang masuk ke wilayah mereka. Kamis (05/03).

Muhammad Al Khori menjelaskan pengalamannya saat terjun ke masyarakat Bonjol, disana terlihat persoalan pembebasan lahan. “Konflik muncul sebabmasyarakat merasa tidak dilibatkan secara adil,” jelasnya.

Kori menambahkan, kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya keterbukaan dalam setiap proses. “Khususnya segala program yang berkaitan dengan masyarakat,” tambahnya.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi hal penting. “Dialog yang terbuka dapat menjadi jalan keluar yang lebih adil,” ujarnya.

Sementara itu, Fikria Deswika menilai masyarakat Batu Bajanjang mulai lebih kritis dalam menyikapi berbagai proyek pembangunan yang masuk ke wilayah mereka. “Masyarakat kini aktif mempertanyakan dampak lingkungan dari aktivitas perusahaan,” jelasnya.

Ia menyebut, peningkatan kesadaran menunjukkan masyarakat sudah berani menolak keputusan. “Masyarakat mulai berusaha memahami pembangunan dan dampaknya terhadap kehidupan mereka,” sebutnya.

Di sisi lain, relawan Nagari Pandai Sikek, Nisa menjelaskan, masyarakat di daerah tersebut membangun kesadaran melalui diskusi kecil di tengah. “Diskusi ini menjadi ruang masyarakat untuk memahami dampak eksplorasi yang dilakukan di wilayah mereka,” katanya.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga ruang hidup dan sumber penghidupan masyarakat. “Kesadaran itu tumbuh dari percakapan sederhana yang kemudian menjadi perhatian bersama,” tambahnya.

Menanggapi berbagai pengalaman tersebut, Tommy Adam menilai peningkatan kesadaran masyarakat merupakan hal penting dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan lingkungan. “Keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar pembangunan dapat berjalan secara lebih adil,” sebutnya.

Ia menegaskan bahwa proses pengambilan keputusan seharusnya tidak mengabaikan masyarakat yang terdampak. “Jika masyarakat dilibatkan, pembangunan dan keberlanjutan lingkungan dapat berjalan beriringan,” pungkasnya. (Fau)

Wartawan : Nur Hanifah (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Konflik Pengelolaan Sumber Daya Alam Sumbar di Sorot Dalam Diskusi LBH

Next Post

Minimnya Keterlibatan Masyarakat Picu Kekhawatiran Lingkungan Daerah

Related Posts