Menyikapi Problematika Persma, Begini Tanggapan Ketua AJI Padang

Koalisi LPM Se-Sumbar di Kantor Redaksi LPM Suara Kampus bersama AJI PADANG. (Suarakampus.com)

Suarakampus.com Menyikapi Problematika Pers Mahasiswa (Persma) saat sekarang, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang, beri tanggapan saat koalisi bersama Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) se-Sumbar. Hal tersebut berlangsung di Kantor Redaksi LPM Suara Kampus, Minggu (15/10).

Selaku ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang, Aidil Ichlas mengatakan, banyak permasalahan Persma disebabkan kaderisasi dan kapasitas wartawan yang kurang mumpuni. “Sebagian Persma banyak yang beranggota sedikit, dan banyak juga di antaranya tidak punya pengetahuan dasar terkait jurnalistik,” ucapnya.

Ia menjelaskan, Persma juga perlu didukung dengan event jurnalistik sebab perlu adanya regenerasi. “Adanya penerus itu penting guna mengaktifkan pemberitaan,” katanya.

Lanjutnya, jika ada upaya yang dilakukan pasti akan ada jalannya, namun hal ini juga perlu adanya perhatian oleh pihak kampus. “Tujuannya di sini biar terlihat oleh mahasiswa yang lain, sehingga mereka tertarik untuk ikut menjadi bagian dari wartawan kampus,” jelasnya.

Kemudian, ia menuturkan Persma sama dengan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) lainnya, yg pasti akan berkontribusi untuk pribadi mahasiswa, dan juga kampus. “Jangan nanti ketika ketika Persma berprestasi, baru kampus mengklaim bahwa itu adalah binaannya,” ujarnya.

Sambungnya, pihak AJI akan berupaya untuk mendorong pihak kampus ikut membantu bagaimana tumbuhnya Persma di kampus dengan menghadirkan orang-orang yang kompeten untuk meningkatkan kemampuan. “Memberikan ruang lebih kepada mereka untuk mereka mengeksplorasi diri, menambah kapasitas, mungkin saja pihak kampus juga bisa membantu menghadirkan pelatihan,” tuturnya.

Ia menyampaikan, seharusnya pihak kampus tidak hanya berfikir bahwa Persma hanya sebagai media yang hadir untuk mengkritik kampus. “Mereka juga bisa memberikan informasi positif terhadap kegiatan di kampus atau kegiatan lainnya,” sebutnya.

Sementara itu, selaku jurnalis senior, Hendra Makmur menuturkan bahwa Persma pernah mempunyai kurikulum yang terstruktur, namun saat sekarang sudah tidak dipakai lagi oleh pers mahasiswa. “Kami pernah bertanya ke beberapa teman-teman, dan banyak yang mengatakan bahwa kurikulum tersebut sudah tidak dipakai lagi di beberapa LPM,” ucapnya.

Ia menyebutkan sebagian LPM besar masih menggunakan kurikulum Persma, yang diberikan saat Pelatihan Jurnalistik Dasar (PJTD). “LPM tersebut seperti Genta, UNP, Gema Justicia, Wawasan Proklamator, dan Suara Kampus sendiri,” sampainya.

Kemudian ia mengatakan, adanya kurikulum Persma tersebut sangat penting agar saat melaksanakan PJTD sesuai materi yang diberikan. “Ini tujuannya agar materi tersebut dikuasai secara bertahap, tidak asal melompat saja,” tutupnya, (una)

Wartawan: Sri Wahyuni, Nur Hikmah Nasution

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Roadshow Bus KPK, Berikan Edukasi Terkait Pemberantasan Korupsi

Next Post

Festival Pusako: Upaya Merawat Literasi Melalui Tutur Ala Obe Jo Gogo

Related Posts
Total
0
Share
410 Gone

410 Gone


openresty