Perkuat Kader dan Budaya Literasi, Robi Hermawan Pimpin Imasolsel Periode 2026

Foto bersama pengurus Imasolsel Periode 2026. Sumber: Dokumentasi pribadi narasumber.

Suarakampus.com– Penguatan kapasitas kader dan budaya literasi menjadi fokus kepengurusan baru Ikatan Mahasiswa Solok Selatan (Imasolsel) periode 2026. Organisasi ini diharapkan menjadi ruang pengembangan kepemimpinan mahasiswa sekaligus wadah pengabdian kepada masyarakat, Minggu (08/03).

Ketua Umum Imasolsel terpilih, Robi Hermawan mengatakan, dirinya bersyukur atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin organisasi selama satu periode ke depan. “Saya sangat senang karena dipercaya dan diamanahkan untuk memimpin alur organisasi ini,” katanya.

Robi menjelaskan, sebelumnya tidak mencalonkan diri untuk maju sebagai ketua. “Tetapi, teman-teman menunjuk dan memberikan kepercayaan kepada saya hingga akhirnya saya terpilih,” jelasnya.

Dalam wawancara, Robi menambahkan salah satu prioritas kepemimpinannya adalah memperkuat internal organisasi. “Penguatan ini dilakukan agar dapat melahirkan kader-kader yang berkualitas,” tambahnya saat diwawancara via whatsApp.

Robi juga mengusung program Solsel Literasi sebagai upaya peningkatan budaya intelektual di kalangan anggota. “Kami ingin membangun budaya literasi seperti membaca buku, membedah buku, hingga menghasilkan karya tulis atau karya ilmiah,” paparnya.

Ia juga menegaskan, Imasolsel akan mendorong program pengabdian kepada masyarakat, khususnya di wilayah Solok Selatan. “Kami ingin organisasi ini tidak hanya aktif di kampus, tetapi juga hadir mengabdi kepada masyarakat, terutama di Solok Selatan,” ujarnya.

Sementara itu, Pembina Imasolsel, Nasrul Makdis mengatakan, organisasi mahasiswa memiliki peranan penting. “Selain kelas, organisasi juga merupakan ruang pembelajaran,” katanya.

Menurutnya, organisasi merupakan wadah untuk mengembangkan jati diri dan kemampuan kepemimpinan mahasiswa. “Organisasi adalah laboratorium pembelajaran yang tidak selalu didapatkan di dalam kelas,” sebutnya.

Saat diwawancari suarakampus.com, Nasrul memaparkan, organisasi mahasiswa berfungsi sebagai wahana perjuangan moral dan intelektual bagi mahasiswa. “Mahasiswa dikenal sebagai moral force, sehingga melalui organisasi mereka dapat menjaga idealisme,” pungkasnya. (Fau)

Wartawan : Nur Hanifah (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Sampaikan Mosi Tidak Percaya, Mahasiswa akan Turun Aksi

Next Post

Komunitas Seni Nan Tumpah Tutup Kelana Gambar Bergerak dengan Pemutaran Karya Peserta

Related Posts