Farra Peneliti BRIN Rabiul Raih Predikat Bintang Aktivis Kampus


Suarakampus.com – Kiprah Rabiul Fara Tazkiyatun di dunia riset mengantarkannya menorehkan prestasi sebagai salah satu penerima predikat Bintang Aktivis Kampus pada Wisuda ke-96 Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang. Mahasiswi Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) itu menyelesaikan studi dengan predikat cumlaude dan IPK 3,92, Rabu (29/07).

Bagi Fara, setiap kesempatan yang datang harus dimanfaatkan untuk terus belajar dan berkembang. Prinsip itu mendorongnya aktif mengikuti kompetisi, penelitian, hingga forum akademik di tingkat internasional.

Perjalanan akademiknya mulai menunjukkan perkembangan ketika ia memperdalam kemampuan bahasa Arab dan memperluas pengalaman melalui berbagai kegiatan ilmiah. Ia kemudian meraih Juara 1 Debat Bahasa Arab PKMU 2025 serta dipercaya menjadi narasumber debat di UIN Mataram.

“Saya mungkin bukan orang paling pintar di ruangan, tapi saya akan berjuang,” ujarnya.

Konsistensinya dalam dunia akademik membawanya mengikuti SIBAC SIP dan Dauroh Risalah an-Nur di Turkiye pada 2024. Setahun kemudian, ia dipercaya menjadi asisten peneliti dalam riset internasional di Australia sekaligus terlibat dalam penyusunan buku Ranah in Rantau Australia.

Keaktifan meneliti dan memublikasikan hasil penelitian mengantarkannya lolos sebagai peneliti pada program riset dan pengembangan manuskrip Sumatera Barat bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) periode 2026–2028. Sejak semester lima, ia juga mampu mempertahankan IPK 4,00 hingga menutup masa studi dengan IPK 3,92.

Selain aktif dalam riset, Fara mengoleksi berbagai prestasi di tingkat nasional dan internasional. Ia meraih Juara 1 Podcast Bahasa Arab pada International Competition ADIA 2026, Gold Medal Lomba Esai Nasional Bertema Pariwisata 2026, serta sejumlah medali pada kompetisi bidang teknologi, lingkungan, dan kesehatan.

Di tengah aktivitas penelitian, organisasi di UKM Bengkel Kata, dan mengajar privat, Fara menerapkan pembagian fokus agar setiap tanggung jawab dapat dijalankan secara maksimal.

“Kunci agar semuanya seimbang adalah hadir sepenuhnya di mana pun saya berada. Saat di kelas, fokus saya seratus persen untuk akademik. Saat mengajar atau di forum organisasi, pikiran saya tidak bercabang ke hal lain,” katanya.

Fara memandang predikat Bintang Aktivis Kampus bukan sebagai akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk memberikan kontribusi yang lebih luas melalui riset dan karya ilmiah.

“Dampak, karya, dan kontribusi yang saya bangun selama menjadi mahasiswa tidak boleh berhenti di sini, melainkan harus terus dilanjutkan dan diperluas di mana pun saya berada nanti,” tutupnya. (raf)

Wartawan: Aisyah Nurlaili Arinda (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Aktif Mengabdi di Masjid, Aydil Fadly Sandang Bintang Aktivis Kampus

Next Post

Langkah Inovasi Nurul Fajri Berbuah Predikat Bintang Aktivis Kampus

Related Posts