Agung Fainendo, Sosok Tunanetra Sukses Kuliah hingga S3

Sosok Agung Fainendo, Penyandang disabilitas yang berhasil menyelesaikan pendidikan doktor. (Sumber: Rahman/suarakampus.com)

Suarakampus.com Menjadi penyandang disabilitas, tidak menurunkan semangat Agung Fainendo dalam meraih gelar doktor di UIN Imam Bonjol Padang.

Agung Fainendo merupakan penyandang disabilitas tunanetra pertama yang lulus dari UIN Imam Bonjol Padang, dengan gelar doktor. “Kekurangan ini tidak menghambat saya mencari ilmu,” ucapnya.

Katanya, Allah akan mengangkat derajat yang berilmu, dan itulah yang menjadi motivasi terbesar dalam hidupnya untuk melanjutkan kuliah. “Saya dari S1 hingga meraih gelar doktor  kuliah di UIN Imam Bonjol Padang, jurusan PAI semua atas izin Allah,” sebutnya.

Kemudian, dalam menyelesaikan penelitian doktornya, dengan disertasi berjudul “Pengelolaan Pembelajaran PAI di 10 Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Payakumbuh” yang diselesaikan dalam jangka waktu 7 bulan. “Kesusahan dalam berkomunikasi dengan siswa menjadi salah satu penghambatnya, karena yang diteliti adalah anak autis,” jelasnya.

Lanjutnya, ia menyampaikan tidak ada hambatan selama proses pembelajaran sejak awal, sebab orang tua dan lingkungan ikut mendukung perkuliahannya. “Saat ujian saya disuruh ujian lisan, sedangkan pembuatan makalah dieja oleh teman kelas saya,” katanya.

Ia mengatakan, semoga kedepannya pihak kampus bisa memfasilitasi penyandang disabilitas yang memadai. “Semoga nantinya penyandang disabilitas bisa ditingkatkan pendidikannya,” tuturnya.

Sementara itu, selaku orang tua dari Agung Fainendo, Faizal Bukhari menyampaikan pendidikan secara keseluruhan adalah tanggung jawab orang tua. “Memberikan pendidikan kepada anak adalah tanggung jawab seorang ayah,” lugasnya.

Selain itu, kata dia, meskipun Agung memiliki keterbatasan ia juga harus memiliki pendidikan formal yang jauh lebih tinggi. “Keterbatasan tidak menghalangi niat dan tekat yang tinggi untuk mencapai tujuan kita,” jelasnya.

Ia berharap, apa yang Agung pelajari bisa menjadi modal untuk kehidupannya. “Semoga dia bisa mengaplikasikan ilmunya di tengah masyarakat,” tutupnya.  (una).

Wartawan: Ummi Nadia (Mg) dan Miftahul Rahman (Mg)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

LPM Suara Kampus Lepas Enam Alumni saat Prosesi Wisuda Koran

Next Post

Polsek Koto Tangah dan Satpam amankan Prosesi Wisuda ke-89

Related Posts
Total
0
Share
410 Gone

410 Gone


openresty