Bahaya Narkoba Jenis Sabu Bagi Kesehatan

Narkoba yang berhasil diringkus (sumber: pixabay.com)

Suarakampus.com- Sejatinya narkoba benar-benar merusak kehidupan bangsa, seperti narkoba jenis sabu yang merenggut nadi kebahagiaan untuk hidup bagi pemakai maupun orang-orang di sekitarnya. Berbeda bagi dunia medis narkoba jenis sabu juga digunakan sebagai zat untuk pengobatan. Namun, sering kali disalahgunakan tidak sesuai dengan standar pengobatan.

Para pencari nafkah tak halal pun akan selalu mencari cara mengedarkan narkoba, meski harus berhadapan dengan hukuman mati di negeri pertiwi ini.

Untuk menekan laju peredaran narkoba sebenarnya pemerintah telah membuat Undang-undang (UU) mengenai penggunaan narkoba. Pada tahun 1997 pemerintah mengeluarkan dua UU yang mengatur tentang narkoba, yaitu UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika.

Kedua UU tersebut memberikan ancaman hukuman yang cukup berat baik bagi produsen, pengedar maupun pemakainya.

Namun sampai saat ini peredaran narkoba masih sering terjadi di Indonesia. Dikutip dalam buku Kurniawa, Narkoba tidak hanya beredar di kota-kota besar di Indonesia, tetapi juga sudah merambah sampai ke pelosok desa.

Permasalahan narkoba di Indonesia merupakan sesuatu yang bersifat urgent dan kompleks. Dalam kurun waktu satu dekade terakhir permasalahan ini menjadi marak. Terbukti dengan bertambahnya jumlah pecandu narkoba secara signifikan, seiring meningkatnya pengungkapan kasus tindak kejahatan narkoba yang semakin beragam polanya dan semakin masif pula jaringan sindikatnya

Untuk itu masyarakat wajib harus waspada terhadap narkoba dengan memahami segala risikonya, berikut bahaya narkoba jenis sabu bagi tubuh manusia:

Jantung dan Peredaran Darah Jadi Tidak Seimbang

ketidakseimbangan jantung dan peredaran aliran darah. Hal itu karena adanya pengotoran darah oleh zat-zat yang terkandung dalam narkoba jenis sabu-sabu tersebut.

Akibatnya jantung akan rusak, sehingga harus mengalami berbagai permasalahan serta bisa berujung dengan serangan jantung.

Dapat Mengganggu Fungsi Otak

Sebagai akibat pemakaian narkoba, struktur otak akan mengalami perubahan sehingga fungsi otak merosot. Tidak hanya itu efek dari sabu tersebut bisa menurunkan bahkan merusak kesehatan mental.

Hallucinogen

Hallucinogen adalah efek-efek yang ditimbulkan dari narkoba jenis sabu-sabu, yang mana menimbulkan daya halusinasi yang kuat. Sehingga hal tersebut berdampak menimbulkan salah persepsi tentang lingkungan dan dirinya, baik yang berkaitan dengan pendengaran, penglihatan maupun perasaan.

Mudah Dehidrasi

Jika pemakai dibiarkan tenggelam menggunakan narkoba, serta pihak keluarga tidak membawanya ke rumah sakit untuk ditangani oleh dokter. Bisa saja pemakai akan mengalami overdosis.

Hal itu bakal membuat pemakai menjadi lebih agresif mulai dari kejang-kejang sampai alami halusinasi.

Kematian

Meski kematian pasti terjadi, namun kematian yang buruk bukanlah suatu hal yang diinginkan setiap orang. Namun, pemakai sudah sangat ketergantungan dengan narkoba tanpa mempedulikan efeknya.

Sabu-sabu timbulkan berbagai efek negatif bagi kesehatan bahkan kematian, jika pemakai mengalami overdosis.

Persoalan narkoba merupakan persoalan yang ditangani secara sungguh-sungguh, oleh seluruh komponen masyarakat. Bukan saja penanganannya bagi penggunannya, melainkan juga bagi perkembangan bisnis narkoba yang ada di Indonesia yang mana sudah mulai menggelisahkan.

Sehingga pemerintah dan aparat penegak hukum melalui Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, juga memberantas pengedar dan pembelinya, agar kehidupan jauh lebih berarti. (ulf)

Penulis: Muhammad Fadil (Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

RUU PDP: Realisasi Kebutuhan Masyarakat Melindungi Data Pribadi

Next Post

WR III: Lembaga Mahasiswa Tidak Berjalan, Pandemi yang Disalahkan

Related Posts
Total
0
Share