Bibir Jurang

Oleh: Ratu Ilyani

Dalam nestapa, aku bimbang
Hendak melangkah namun tak sanggup melompati jurang
Ada rasa ingin melanjutkan juang tapi hati selalu berkata kembali pulang
Titik balik, mencoba ingat semua tawa dan duka yang dirangkul bersama
Ketika otak memaksa hingga berdarah, namun tetap bertahan dalam suka
Berharap akan ada keajaiban setelahnya
Tuhan, aku jatuh cinta pada semua energi darinya
Ketika lekuk menawan tak pernah gagal membuatku terpana
Tapi aku jahat, berani merenggut paksa semua energi baik yang telah ia genggam mati-matian sejak lahir
Tuhan, aku jatuh cinta
Tapi aku jahat, meninggalkan jati dirinya yang begitu lembut tak berdosa
Hingga saat mata saling pandang, ia lupa bahwa kebaikannya tak bernilai ketika sua
Cinta, aku tak pernah menuntut lebih
Biarlah aku yang berdarah, bernanah, asal kau masih memilih aku sebagai tempat mengobati letih
Jadikan aku sebagai semat dalam juangmu meski tertatih
Mencintaimu begitu dalam membuatku lupa bahwa kita adalah manusia baik yang tak berani bermain di bibir jurang

Padang, 11 April 2021.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Partai Politik Semakin Jauh dari Masyarakat

Next Post

Perbedaan Hasilkan Kontestasi Politik yang Berlainan

Related Posts

Kamus Hidup

Oleh: Ulfa Desnawati Langit biru kian membisuMenyimpan misteri yang belum terkuakSesekali bicara peredam amarah yang terpendamAh…roda kehidupan terus…
Selengkapnya
Total
0
Share